Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


May 19, 2010

Teman-Teman Saya (Sesama Backpacker)

Saat saya traveling ke Phnom Penh saya menginap di apartemen Mariam. Host yang saya temukan dari situs www.couchsurfing.com. Di apartemen itu ada beberapa traveler lain yang juga sedang menginap disana. Inilah yang saya sukai jika saya menginap di apartemen host yang berasal dari situs jejaring backpacker. Kami saling berkenalan, berbagi cerita dan saling merekomendasikan “do and don’t” jika sedang traveling di suatu tempat. Dan inilah teman-teman sesama traveler yang saya temui di Phnom Penh.

Alex Kindeev dan Selena

Alex dan Selena adalah couple plus traveler yang berasal dari Rusia. Mereka sedang dalam program menjelajah Asia selama 6 bulan. Wow, tidak terbayangkan oleh saya mereka traveling selama itu. Apa nggak capek ya? Saya aja yang traveling dua minggu lebih keliling Asean gempornya udah ampun-ampunan! Hehehe… maaf ya kalo jadi curcol. 😀

Saya dan Selena banyak bercerita tentang negara kami masing-masing. Selena cerita tentang Rusia dan saya cerita tentang Indonesia. Awalnya Selena dan Alex tidak akan mengunjungi Indonesia, tapi setelah mendengar cerita saya tentang Indonesia dan saya tunjukkan beberapa gambar Indonesia (yang ada di brosur tentang Indonesia yang saya peroleh dari Kedubes Indonesia di Phnom Penh), mereka jadi sangat tertarik untuk mengunjungi Indonesia. Dan Alex akhirnya juga cerita pada saya kalau menurut teman-temannya yang pernah mengunjungi negara-negara Asia, Indonesialah yang paling cantik. Bangga dong kita jadi orang Indonesia? 🙂

Yang istimewa dari Alex dan Selena adalah mereka (menurut saya) ini yang dinamakan backpacker sejati. Mereka traveling dari Rusia menjelajah negara Asia dengan menempuh jalur darat! Dan jalur darat yang mereka tempuh itu bukan dengan beli tiket kereta atau bus, tapi dengan numpang kendaraan yang kebetulan lewat dan satu jurusan dengan tujuan mereka! Hebat kan?? Selain itu, untuk mengurangi pengeluaran akomodasi (penginapan) di suatu daerah yang tidak ada host-nya, mereka tidur di dalam tenda yang mereka bawa. Wow, It’s sooo cool… Inilah backpacker sejati…

Kalau ingin tahu “gilanya” lagi si Alex dan Selena ini, saat mengunjungi Angkor Wat, mereka beli tiket kunjungan satu hari, tapi mereka mengunjungi Angkor Wat selama tiga hari! Hari pertama mereka mengunjungi candi-candi yang membutuhkan tiket untuk bisa masuk ke dalamnya dan pada hari kedua dan ketiga mereka mengunjungi candi lain yang tidak membutuhkan tiket masuk. Alex dan Selena merekomendasikan untuk tidak perlu membeli tiket tiga hari, cukup tiket sehari saja, tapi manfaatkan untuk tiga hari. Saya bertanya ke mereka “lho, di gerbang utamanya apa nggak ada pengecekan tiket?”. Mereka jawab pertanyaan saya seperti ini “Hari kedua dan ketiga kami nggak lewat gerbang utama karena kami menginap di dalam areal Angkor Wat dengan mendirikan tenda yang kami bawa”. Wow, amazing! This is it, the real backpacker!! Tapi saya jadi terheran-heran, kok mereka nggak takut ya sama ranjau darat yang masih banyak tersebar di beberapa areal Angkor Wat?

Saat di Phnom Penh, Alex dan Selena ingin mengurus sesuatu di Kedutaan Besar Rusia yang ada disana. Tapi tahu bagaimana kedutaan Rusia memperlakukan mereka? Petugas kedutaan tidak memperbolehkan mereka untuk masuk kedutaan! Ya ampun, padahal kan mereka warga negara Rusia… Saya waktu itu juga ke kedutaan Indonesia di Phnom Penh untuk minta brosur-brosur tentang Indonesia, dan saya disambut baik disana. Waktu Alex dan Selena tahu bagaimana kedutaan besar Indonesia memperlakukan warganya, otomatis mereka sangat iri sama saya…

Yah, itulah Alex dan Selena, the real backpacker from Russia.

Andrew Manos

Andrew, traveler dari US. Dia juga sedang dalam program 6 bulan menjelajah Asia. Saya jadi heran, kenapa orang bule pada kuat-kuat ya jadi backpacker dalam waktu yang relatif lama. Setengah tahun bo!

Secara fisik Andrew lumayan macho lah ya. Bentuk tubuhnya proporsional dan penampakan (halah) wajahnya lumayan oke untuk ukuran orang US yang kata Trinity nggak ada yang cakep, kecuali bintang-bintang Hollywood. Orangnya ramah, lucu, nyenengin deh pokoknya.

Saat malam hari ketika kami sudah pulang ke apartemen setelah seharian menjelajah Phnom Penh, biasanya kami ngobrol. Berbagi cerita mengenai diri satu sama lain.

And, you know, Andrew menurut saya sudah menjelajah seluruh dunia. Dia pernah tinggal di Afrika, di Eropa, di Australia, beberapa bulan sebelumnya dia bekerja di sebagai pelayar di samudera hindia dan sekarang dia lagi backpacker-an keliling Asia! Wow, hanya ada satu kata, Keren! Saya benar-benar nggak ada apa-apanya dibanding Andrew!!

Saya sempat ngobrol banyak dengan Andrew, seperti biasa, kami saling cerita tentang negara kami masing-masing. Andrew menurut saya adalah salah satu teman ngobrol yang menyenangkan. Dia ramah dan lucu. Kami main tebak-tebakan umur. Kalau dari penampilan fisik, si Andrew ini seperti masih berumur twenty-something gitu, tapi ternyata umurnya udah 32! Baru kali ini saya ngeliat bule yang mukanya terlihat lebih muda dari usianya.

Andrew bilang dia akan mengunjungi Indonesia dan saya bilang ke Andrew kalau saya bisa mencarikan penginapan gratis untuk dia kalau dia mau mampir ke Bogor. Tapi tentu saja tidak di rumah saya karena nggak mungkin nginepin tamu cowok. Saya bilang ke dia akan mencarikan teman saya yang bisa nampung dia. Terus dia ngebecandain saya “Nggak ah, saya mau di rumah kamu saja. Terus saya bilang ke orang tua kamu kalau saya pacar kamu dan ingin menikah dengan kamu. Pasti nanti ayah kamu akan memarahi kamu. Hahaha…”.

Saya beruntung kenal dengan Andrew karena dari dia saya jadi tahu travel mana yang menyediakan tiket ke Siam Reap dengan harga yang murah. Yeey, inilah salah satu untungnya punya teman sesama backpacker… 🙂

Echo

Echo, seorang traveler perempuan dari China (aduh, dari China atau Macao ya? Saya lupa… Maaf…). Dia seorang fotografer. Dia memiliki program 3 bulan keliling Asia. Selain untuk hunting foto, dia juga akan menulis sebuah buku. Sayangnya saya nggak sempat ngobrol banyak dengan Echo karena dia harus segera ke Siam Reap. Tapi dalam waktu yang terbatas itu Echo masih sempat menyarankan pada saya tempat mana saya yang worth it untuk dikunjungi dan mana yang nggak terlalu worth it. Oh iya, Echo ini traveling sendirian lho selama 3 bulan! Padahal dia perempuan. Hebat kan?

Bogor, 19 Mei 2010 15:03

~Okvina Nur Alvita

9 thoughts on “Teman-Teman Saya (Sesama Backpacker)

  1. Yudi says:

    seru sekali sepertinya ya mbak 🙂
    salam

  2. Zaki Yamani says:

    Vina.. Seru bgt jalannya, jadi pingin menjalani rute ASEAN, eh dirimu asli orang bogor? nanti ktmuan atau konsultasi dulu d, sblum berangkat.. ^_^

    Keep Spirit buat Travelnya ya.. *_*

    1. Emang seru banget… makanya nyusul jadi bekpeker juga keliling Asean… 😀 *kompor mode:on*
      Vina nggak asli Bogor, aslinya dari Jember-Jawa Timur. Tapi kuliahnya di Bogor dan insya Allah akan bekerja di Bogor.
      Boleh, jadi kapan mau konsultasi?

  3. 89trip says:

    woow….aseeeek banget ni….btw kalo mo baekpekeran ke thailand pake visa ga sih???

  4. Wonderful blog! I truly love how it’s easy on my eyes and the info are well written. I am wondering how I may be notified whenever a new post has been made. I have subscribed to your rss feed which ought to do the trick! Have a nice day!

  5. eya says:

    wah…seneng banget bisa baca pengalaman mbak selama backpackeran…saya jadi ingat waktu sy backpackeran di Brunei, sy 1 kamar (bunk bed) dgn backpacker dr Inggris, Australia dan Perancis..,

  6. viar says:

    boleh nih berguru backpackingan ke luar

  7. abhie says:

    ealah arek jember toh…
    dulu SMA brp???

  8. marti says:

    bisa minta info tuk backpack ke moscow ya?rencana mau lewat darat dr KL ke moscow. rute yg bgs lewat mana ya?pernah ga kesana?ada trans siberia ke moscow tp dr beijing.sy rencananya dr KL malaysia ke moscow.
    mohon bagi info donk…..thx.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *