Hati-Hati dengan Web Booking Hotel Online

Saat ini traveling jadi makin mudah dengan adanya beberapa web yang menyediakan jasa booking hotel online. Seringkali harga yang ditawarkan jauh di bawah harga jika kita booking langsung ke hotelnya. Sistem ini yang disebut sistem voucher hotel. Oleh sebab itu, ada baiknya para traveler hunting voucher hotel di beberapa web untuk membandingkan harga supaya memperoleh hotel yang sesuai keinginan dengan harga terbaik.

Ada beberapa web booking hotel online yang saat ini merajai dunia maya. Ambil contoh Agoda. Saya rasa Agoda sudah bukan hal asing lagi di telinga orang yang selalu online, khususnya para traveler. Saya juga sempat beberapa kali menggunakan jasa Agoda baik untuk keperluan pribadi ataupun menunjang pekerjaan saya.

Anyway, Agoda di satu sisi memang memudahkan dan membantu para traveler dalam merancang liburannya. Namun ada beberapa hal yang patut diwaspadai oleh traveler kalau booking hotel melalui web ini karena saya dan beberapa orang lain pernah merasakan “jebakan batman”nya Agoda.

Breakfast
Kasus sarapan ini saya alami saat saya booking Novotel Coralia-Lombok. Saya booking hotel ini semalam sebelum saya menginap. Karena tergiur dengan diskon yang cukup besar (di bawah harga kontrak saya sendiri dengan hotel ini), saya suami saya langsung saja booking hotel Novotel Coralia Lombok melalui Agoda tanpa ba bi bu lagi dan secara otomatis kartu kredit kami kena charge sesuai harga total yang tercantum di akhir. Saking buru-burunya booking, kami jadi kurang teliti. Ternyata harga promo tersebut tanpa breakfast! Jadilah kami kelaparan pagi harinya karena mengingat hotel ini jauh dari mana-mana. Kalau dihitung-hitung, jika dengan breakfast kontrak saya lebih murah dibanding harga yang dipasang Agoda.

Jebakan batman yang dipasang oleh Agoda di bagian ini adalah, di halaman pertama jika harga hotelnya sudah termasuk breakfast maka Agoda akan menulis “breakfast include. Namun harga tidak termasukmakan pagi, maka tidak ada tulisan apapun di halaman pertamanya. So, lebih teliti ya traveler kalau booking hotel lewat Agoda.

Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Hotel Sudah Tutup
Pengalaman buruk lain dengan Agoda bukan saya yang mengalaminya, tapi temannya teman saya. Saya tahu cerita ini dari twitter. Jadi temannya teman saya itu update status di twitter yang di-RT sama teman saya. Semalam sebelum check in hotel dia baru booking hotel melalui Agoda. Tapi saat mau check in di hotel dia hanya bisa melongo karena hotel yang dipesannya semalam ternyata sudah tutup 10 hari yang lalu. Kasihan banget ya…

Inilah kelemahan web booking hotel online yang benar-benar online. Tidak ada customer servicenya yang online dengan pihak hotel jadi tidak update kalau hotel yang bersangkutan ternyata sudah tidak beroperasi lagi.

Customer Service
Kalau untuk urusan customer service, dengan sangat menyesal saya harus kasih angka NOL pada Agoda. Nol disini berarti yang terjelek ya. Karena customer service Agoda tidak jelas keberadaannya dimana dan seringnya tamu komplain ke web booking hotel online lain untuk bookingannya pada Agoda. Ini artinya Agoda tidak menyiapkan staff customer care untuk webnya. Padahal menurut saya, kalau jualan jasa, customer service adalah staff paling penting harus ada untuk menerima keluhan dari customer.

Tax and Service
Tax and service, pajak dan pelayanan. Harga yang tercantum di halaman pertama Agoda bukan harga nett, ada plus-plus tax and service yang akan dibebankan pada customer yang akan tercantum di halaman berikutnya. Kalau dulu sistem Agoda di halaman berikutnya akan memunculkan jumlah tax and service yang harus dibayarkan, namun sekarang angka tersebut dihilangkan dan hanya ada tulisan kecil-kecil warna abu-abu tipis yang isinya tax and service belum termasuk. Nah, ini dia yang benar-benar jebakan batman yang dipasang oleh Agoda. Customer yang tidak teliti akan terjebak pada pemikiran bahwa harga yang akan dibebankan pada kartu kredit mereka adalah yang tercantum di web tersebut. Padahal masih ada tambahan service 10% dan tax 10% yang juga akan dibebankan pada kartu kredit customer. Hhhmmm, kalau sudah sampai sini bisa dikatakan penipuan nggak sih travelers??? So, harus teliti ya…

"Jebakan Batman" Agoda di Tax & Service

“Jebakan Batman” Agoda di Tax & Service (taken at May, 6th 2013)

Ambigu
Ambigu atau membingungkan. Tidak terjadi pada situs Agoda, tapi pada situs booking hotel online yang lain yaitu bookpanorama. Situs ini merupakan situs booking hotel online baru milik Panorama Travel yang brand ambassadornya Sandra Dewi. Saya bilang ambigu karena slogan mereka “Booking Sekarang, Bayar Belakangan”. Memang benar saat, kita booking dan harus memasukkan kartu kredit tidak akan ada charge apapun di kartu kredit kita dan customer baru akan bayar saat check in hotel. Nah, di pikiran saya kalau saya booking sekarang dan akhirnya saya cancel bookingannya, berarti nggak bakalan kena charge dong seharusnya kartu kredit kita. Tapi ternyata tidak. Jadi ataupun tidak jadi kita menginap di hotel yang telah kita booking melalui bookpanorama, kartu kredit kita pasti akan kena charge. So, apa bedanya??? Membingungkan kan slogannya…

Ambigunya bookpanorama :)

Ambigunya bookpanorama :)

Hhhmmm… Banyak sekali web booking hotel online yang saat ini bertebaran di dunia maya. Ujung-ujungnya kita sebagai customer yang harus waspada, teliti dan hati-hati supaya tidak terjerat pada jebakan batman yang mereka pasang. So, pesan saya be a smart traveler is a must :)

“Pedasnya” Nasi Pedas Ibu Andika

Bagi para traveler, terutama yang muslim, makanan halal mutlak dibutuhkan ketika sedang jalan-jalan ke suatu daerah. Kebetulan saya saat ini mengelola usaha trip organizer yang kantor utamanya di Bali. Beberapa tamu saya banyak yang ketakutan akan makanan atau restoran halal yang ada di Bali. Mereka selalu request supaya dibawa ke restoran halal saja. Nah, untuk memenuhi permintaan customer tersebut, saya, staf saya biasanya membawa mereka ke restoran yang sudah pasti ownernya orang muslim.

Salah satu tempat makan di Bali yang ownernya orang muslim adalah warung Nasi Pedas Ibu Andika. Tempat makan yang satu ini lokasinya ada di 2 tempat, tetapi masih sama-sama di area Kuta-Bali. Yang satu berlokasi di Jl.Raya Kuta, tepat di depan Joger (pusat penjualan kaos khas Bali) dan yang satunya lagi berlokasi di Jl. Patih Jelantik-Kuta, di deretan ruko di depan hotel Everyday-Kuta.

Apa yang spesial dari warung Nasi Pedas Ibu Andika? Dari judulnya udah kelihatan kan, nasi pedas, pasti nasinya pedas. Eits, jangan salah… walaupun judulnya nasi pedas, tapi nasinya tetap nasi biasa kok. Sama seperti nasi putih yang biasa kita makan sehari-hari. Dijuluki nasi pedas karena lauknya sebagian besar pedas. Walopun nggak sampai bikin “ngos-ngosan” pas waktu makan, tapi pedasnya cukup bikin mata saya berair saat menyantap menu yang ada disana.

Menu Favorit Saya di Nasi Pedas Ibu Andika: Nasi Putih, Sayur Daun Singkong, Kulit Ayam

Konsep dari warung Nasi Pedas Ibu Andika ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari warteg. Beragam jenis lauk dipajang di depan warung dan tamu bebas mau memilih lauk yang mana.

Kalau favorit saya biasanya sayur daun singkong dan kulit ayam. Sayur daun singkong dibumbu lodeh. Kalau kulit ayamnya digoreng kering lalu dicampur dengan bumbu…aduh, saya nggak tahu apa namanya, yang pasti rasanya manis, gurih, sedikit pedas dan yang bikin saya ketagihan adalah “kriuk” renyahnya itu lho… Hhmmm… Mak nyus deh!

Kalau soal harga, sama seperti warteg pada umumnya, semakin banyak lauk yang kita ambil maka semakin mahal kita harus membayar. Menurut saya harga di warung Nasi Pedas Ibu Andika ini masih dalam taraf wajar. Menu yang biasa saya makan, nasi putih + sayur daun singkong + kulit ayam, biasanya Rp.10.000 aja. Tapi harga tersebut jangan dijadikan patokan ya karena kadang saya kesana dan ambil menu yang sama, saya harus membayar Rp.13.000. Soal harga di Nasi Pedas Ibu Andika ini suka-suka pelayan yang melani kita mau kasih harga berapa. Moga-moga aja pas traveler kesana dapet pelayan yang baik, jadi dikasih harga murah.

Saya doyan dengan masakan yang ada di warung Nasi Pedas Ibu Andika terutama kulit ayamnya dan begitu juga dengan tamu yang lainnya. Makanya nggak heran kalau pas jam-jam makan, antrian di Nasi Pedas Ibu Andika udah seperti “ular manusia”. Hehehe…

Anyway, walaupun masakan Nasi Pedas Ibu Andika bikin saya ketagihan, ada yang saya tidak suka dari warung ini. Pelayannya. Pelayannya nggak ramah dan (menurut saya) agak kurang terdidik. Pelayannya nggak tahu bagaimana harus melayani tamu dengan baik. Pernah suatu kali pas makan kesana, suami saya dan teman-temannya sampai hampir ribut gara-gara pelayan yang sok dan ngebetein customernya. Jadi buat para traveler yang nanti mau makan disana, sabar-sabar aja sama pelayannnya ya… :)

 

The Real Naughty Warung in Bali

Ubud, tempat yang paling saya suka di Bali. Saya suka Ubud karena suasananya yang adem, sejuk, tenang dan bisa bikin hati jadi merasa lebih damai.

Anyway, dibalik suasana Ubud yang adem ayem itu ada satu restoran (atau lebih tepatnya warung) di Ubud yang cukup menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung kesana, dan umumnya wisatawan asing. Mengapa demikian? Katanya sih, banyak artis Hollywood yang udah pernah makan disitu, seperti Julia Roberts, Tom Cruise ataupun pesepakbola terkenal dari Inggris, David Beckham.

Naughty Nuri’s Warung

Pemiliknya memberi nama restoran ini Naughty Nuri’s Warung. Alasan diberi nama itu saya nggak tahu pasti. Konsep Naughty Nuri’s seperti warung-warung di Amerika (Belum pernah kesana sih, tapi ngeliat dari film-film Hollywood), tempatnya ga terlalu luas (bahkan terkesan sumpek) dan dindingnya dipenuhi pajangan-pajangan berupa foto yang dibingkai, poster yang dibingkai, dll. Karena tempat duduknya terbatas, setiap kali saya kesana kalo nggak ngantri dulu, rebutan tempat duduk sama tamu yang lain. Bisa kebayang kan gimana rame dan terkenalnya warung ini. Ya, walaupun tempatnya jelek, sempit, sumpek, tetap aja nggak ada berhentinya yang datang kesana. Satu hal yang pasti, kalau makan di Naughty Nuri’s saya berasa lagi makan di resto-resto negara barat sana karena konsep restorannya yang mirip warung di Amerika dan tamunya juga sebagian besar bule.

Menu utama di Naughty Nuri’s adalah pork ribs, potongan iga babi BBQ. Satu porsi pork ribs harganya Rp.75.000. Mahal nggak? Kalau menurut saya sih nggak mahal karena potongan pork ribs di Naughty Nuri’s gede banget. Kalau untuk ukuran orang Indonesia, satu porsi pork ribs cukup mengenyangkan dua perut orang yang sedang kelaparan. Dari segi rasa, saya nggak bisa kasih komentar di pork ribs karena saya belum pernah makan. Maklum lah, menurut ajaran yang saya dan suami saya anut (walaupun kami berbeda keyakinan), babi termasuk haram. Jadi saya nggak pernah nyicipin barang sesuap pun pork ribs di Naughty Nuri’s. Tapi dari komentar orang lain yang pernah kami ajak kesana dan mereka makan pork ribs (beberapa diantaranya bule), katanya sih pork ribs-nya enak gila…

Anyway, menu favorit saya dan suami di Naughty Nuri’s adalah chicken BBQ. Dengan porsi yang juga besar (seringnya saya nggak habis satu porsi), kita nggak perlu rogoh kocek dalam-dalam, cukup Rp.25.000 saja per porsinya. Cukup masuk akal kan? Menu pendamping chicken bbq yang biasa saya order adalah mash potato. Kentang rebus yang ditumbuk dan dicampur dengan bumbu bawang putih plus sedikit garam ini rasanya gurih banget, serasi jika dinikmati dengan lezatnya chicken bbq. *mendadak jadi laper

Menu favorit saya di Naughty Nuri’s: Chicken BBQ dan Mash Potato

Ada banyak menu lain di Naughty Nuri’s, seperti nasi goreng, spaghetti, steak atau chicken satay. Tapi kalau menurut saya, menu yang lain tidak seenak BBQ-nya Naughty Nuri’s.

Kalau untuk minumannya, di Naughty Nuri’s menu minumannya nggak ada yang special, standard aja seperti es jeruk, beer, lemon squash, es teh, dan soft drink. Harga minumannya juga standard aja sih menurut saya. Nggak mahal-mahal amat, tapi juga nggak murah-murah amat untuk ukuran resto seperti ini. Satu gelas es jeruk harganya Rp.9.000. Masih wajar kan?

Buat traveler yang lagi traveling ke Ubud, nggak ada salahnya untuk nyobain menu yang ada di Naughty Nuri’s. Enak dan nggak bikin kantong kering-kering banget.

Oh iya, tapi jangan sampai ketipu ya. Naughty Nuri’s di Ubud ada 2, di lokasi yang berdekatan. Yang satu dikelola oleh bapaknya, seorang kakek-kakek bule tua. Yang satu lagi dikelola oleh anaknya. Saya lebih suka yang dikelola oleh bapaknya.

Ciri-ciri Naughty Nuri’s yang dikelola oleh bapaknya (biar ga salah masuk) adalah tempatnya lebih jelek, lebih sempit dan lebih sumpek tapi rasanya lebih enak. Ciri-ciri lain, Naughty Nuri’s yang dikelola kakek-kakek bule tua itu, di bagian depan warungnya ada satu meja tamu yang akan selalu ada tulisan “reserved”-nya. Seringnya meja tersebut dipakai oleh kakek pemilik Naughty Nuri’s untuk nongkrong sama temen-temennya sesama bule tua.

Okay, Bon Apetite :)