Apr
07

Tempat Makan Halal di Bali-Mbok Limbok

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik itu wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Selama berkunjung ke Bali tentunya semua wisatawan itu memerlukan makan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Sebagian dari para wisatawan itu, terutama yang beragama Islam, terkadang ragu untuk sembarangan masuk ke restoran yang ada di Bali karena banyak sekali restoran yang menyajikan menu dengan bahan dasar babi/pork. Pastinya mereka harus mencari restoran yang hanya menyajikan makanan halal.

Papan Nama Mbok Limbok

Salah satu restoran halal di Bali yang menjadi rekomendasi saya adalah Mbok Limbok. Restoran Mbok Limbok ada dua, yang pertama berlokasi di Jl. Patih Jelantik, Kuta-Bali (di depan central parkir Kuta) dan cabangnya di Jl. Dewi Sri, Kuta Bali.

Menu utama yang ada di Mbok Limbok adalah ayam kalasan kremes. Mungkin juga menu ini menjadi menu favorit sebagian besar customer Mbok Limbok karena rasanya yang enak dan juga harganya yang pas di kantong. Istimewanya menu ini selain rasanya yang memang bisa bikin lidah bergoyang, porsinya juga sangat cukup untuk mengisi perut yang sudah berdendang dangdut! Hehehe… Eits, nggak hanya itu aja, kita juga bisa minta tambahan kremesnya lho, gratis bo! Mantap kan?

Menu lain yang ada di Mbok Limbok misalnya gurami kremes, lele kremes, tempe penyet, udang kremes, sayur asem, sayur lodeh, berbagai macam sambal, dll. Untuk minuman, Mbok Limbok menyediakan menu minuman standar seperti es jeruk, es teh manis, soft drink, dan juga es markisa. Masalah harga, dijamin nggak bakalan bikin kita miskin mendadak deh! Berikut ini list harga menu makanan dan minuman di Mbok Limbok:

Menu Makanan Mbok Limbok

Menu Minuman Mbok Limbok

Apa lagi hal lain yang menjadikan Mbok Limbok memiliki nilai plus di hati para customernya? Untuk nasi, lalapan dan sambal (biasa), kita bisa ambil sendiri sesuka hati kita, jadi kita bisa ambil sebanyak-banyaknya sesuai yang kita inginkan. Wuiihh, boleh nih buat para traveler yang punya porsi makan plus plus. Hehehe… Selain nasi yang bisa ambil sesuka hati dan juga bisa di-refil, istimewanya Restoran Mbok Limbok adalah restoran yang menganut paham (halah!) Galeri Resto. Maksudnya? Selain sebagai tempat makan, restoran Mbok Limbok juga difungsikan sebagai display beberapa kerajinan khas Bali. Jadi jangan kaget kalau sebagian besar barang (bahkan termasuk meja-kursinya) yang ada di dalam restoran Mbok Limbok bisa dijual. Kalau saya melihatnya sih unik dan kesan etnik-nya sangat terasa dari konsep galeri resto ini.

Oh iya, kalau kita makan di Mbok Limbok yang berlokasi di Jl. Dewi Sri, Kuta-Bali maka kita bisa order rujak bebeg for free loh! Lumayan kan buat desert…

Nasi, lalap, sambal, dan 1 potong ayam kremes (dada)

Galeri Resto Mbok Limbok di Jl. Dewi Sri, Kuta-Bali

Rujak bebeg Mbok Limbok (for free)

Pokoknya dijamin deh, Mbok Limbok salah satu restoran di Bali yang bisa dipilih bagi para traveler yang pengen makanan halal, enak dan pastinya nggak bikin kantong kempes! :)

Mar
23

Pariwisata, Indonesia dan Rencana Kami

Bali sebagai salah satu icon pariwisata di Indonesia saat ini saya rasa sudah kalah pamor dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Singapore dan Filipina. Salah satu travel agent di Bali yang jaringannya telah mendunia melaporkan bahwa tingkat kunjungan turis Eropa turun sekitar 40% di tahun 2011. Wew, angka yang cukup fantastis karena hampir separuh turis Eropa tidak mengunjungi Bali lagi. Memang alasan turis Eropa tidak mengunjungi Bali lagi bisa bermacam-macam dan nggak selamanya karena mereka sudah tidak tertarik lagi dengan Bali. Tapi tetap saja menurut saya kunjungan turis Eropa yang menurun drastis itu harus disikapi dengan serius, terutama oleh pemerintah Indonesia.

Tahun 2008 dan 2009 yang lalu saya berkesempatan untuk menjadi salah satu duta Indonesia dalam pertukaran pelajar dan student conference di luar negeri. Salah satu misi kami selama di negeri orang adalah memperkenalkan Indonesia baik itu tentang budayanya, pariwisatanya, dll. Singkatnya kami jadi agen promosi Indonesia. Sebelum berangkat kami dibekali dengan beberapa materi yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata berupa buku-buku, poster, travel guide, dan sebagainya. Saat sudah sampai di negara tujuan salah satu pegawai konjen Indonesia setempat berkomentar pada saya, “Coba deh kamu mikir, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk bikin buku-buku seperti ini? Cost yang dikeluarkan pasti besar dan seringnya nggak tepat sasaran. Mending bikin iklan pariwisata Indonesia di TV seperti di HBO, Star World, Star Movie, etc. Pasti akan lebih mampu menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.”

Nah, saya jadi mengaitkan turunnya tingkat kunjungan turis Eropa tahun 2011 dengan obrolan saya sama salah satu pegawai konjen Indonesia di luar negeri (sebut saja Mbak Cinta-bukan nama sebenarnya). Saya jadi berpikir, mungkin benar pendapat Mbak Cinta kalau materi promosi pariwisata yang dibuat oleh Indonesia kurang tepat sasaran plus ngabisin cost yang lumayan besar! Akibatnya, ya itu tadi, wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia Bali jadi turun.

Suami saya sering nonton Star Movie Fox Movie Premium, iklan pariwisata Malaysia sering sekali muncul di tiap jeda pergantian film. Iklan pariwisata Singapore dan India juga ikut-ikutan sering muncul, tapi frekuensinya nggak sebanyak iklan pariwisata Malaysia. How about Indonesia? Nggak pernah ada sama sekali!

Saya lupa pernah baca dimana, yang pasti jumlah kunjungan wisatawan asing ke Malaysia, Singapore, Thailand, Filipina naik sekian kali lipat setelah mereka gencar masang iklan pariwisatanya di TV. Statement itu saya buktikan saat saya ke Thailand dan Malaysia.

Saat saya ke Kuala Lumpur-Malaysia, yang mana Kuala Lumpur saya sejajarkan dengan Jakarta di Indonesia, wisatawan asing yang saya temukan disana lebih banyak daripada wisatawan asing yang saya temukan di Jakarta. Tapi setelah ngobrol dengan beberapa turis yang berkunjung di Kuala Lumpur, sebagian dari mereka bilang kalau mereka sebenarnya bingung setelah sampai di Malaysia mereka mau ngapain karena nggak sesuai dengan iklan yang dilihatnya di TV. Ya, mereka korban iklan!

Saat saya ke Phuket dan Phi-Phi Island-Thailand (yang mana menurut saya Phuket itu sama dengan Bali kalau di Indonesia dan Phi-Phi Island itu sama dengan Gili Trawangan) banyak sekali turis asing yang ada disana. Jauh banget dengan banyaknya turis di Bali, bahkan saat high season sekalipun. Padahal, pantai di Phuket dan Phi-Phi Island sama saja dengan pantai di Bali dan Gili Trawangan. Bahkan pantai di Bali memiliki keunggulan daripada pantai di Phuket, yaitu ombaknya yang bagus buat surfing. See? Turis-turis itu juga “kemakan” iklan!

Phi-Phi Island

Gili Trawangan

Saya dan suami saat ini mengelola satu usaha trip organizer di Bali. Saat melihat banyaknya turis mancanegara di Phuket, otak bisnis suami saya langsung jalan. Saya, suami saya jadi berinisiatif untuk membuka tourist information disana yang jualan utamanya adalah Bali dan sekitarnya (Lombok, Gili Trawangan, Flores, Pulau Komodo). Unggulan kami nanti adalah surfing di Bali, soalnya bule-bule kan pada suka surfing. Hhhmmm, it sounds great! Saya menyetujuinya setelah melihat kalau kantor kami di Bali sudah bisa tetap berjalan tanpa kami. Kami bisa meninggalkan kantor utama di Bali salah satu alasannya karena strategi marketing yang kami jalankan adalah melalui internet marketing. Makanya kami juga bisa meng-handle semuanya dimanapun kami berada selama masih ada koneksi internet.

Target kami, akhir tahun ini atau awal tahun depan kami sudah bisa pindah kesana. Kami nggak bisa secepatnya pindah kesana karena pertengahan tahun ini masih ada dua event di BaliĀ plus satu wedding di akhir tahun yang harus kami handle dulu. Karena event-nya lumayan besar, jadi kami nggak berani menyerhkannya ke partner kerja disini. Setelah event itu selesai, barulah kami mengurus semua keperluan berkaitan dengan kepindahan kami ke Phuket nanti, terutama visa bisnis. Ya, visa bisnis itu yang paling penting. Semoga visa bisnis kami nanti nggak dipersulit oleh pihak kedubes Thailand di Indonesia.

Coba deh bayangkan kalau kami jadi pindah ke Phuket-Thailand dan membuka tourist information disana, trus kami bisa “ngirim” tamu ke Bali dan sekitarnya, pastinya bukan hanya kami yang diuntungkan oleh hal ini. Tapi juga usaha lain yang berhubungan dengan kami juga diuntungkan. Hotel, restoran, partner usaha surfing+watersport, dan lain-lain juga ikut diuntungkan kan?

Hhhmmm… Disaat kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kurang tepat (menurut mbak Cinta dan saya), penting sekali ada langkah-langkah kecil yang mandiri dari para warga negaranya. Dan semoga langkah kecil ini tidak dijegal oleh orang-orang yang hanya mementingkan urusannya sendiri. Karena kami hanya mencari “remah-remah roti” untuk mengisi perut kami+pegawai kami. Kalau nantinya kami menemukan segenggam berlian dari langkah kecil ini ya siapa yang mau nolak coba??? hehehe… :D

Semoga langkah kecil ini diridhoi oleh Allah SWT… Amien… :)

Denpasar, 23 Maret 2012 (the silent day) 15.39 WITA

Mar
14

Tempat Makan Murah di Bali-Bakso Solo Wonogiri

Untuk para travelers yang memiliki budget tipis saat melakukan perjalanan, pengeluaranĀ  makan tentunya juga harus on budget. Kita nggak bisa seenaknya masuk ke tempat makan karena harus menghindari hal-hal yang tak diinginkan di akhir perjalanan kita (kehabisan uang). Dan kita juga harus menghindari kenyataan harus jatuh miskin setelah traveling hanya gara-gara “kebobolan” di budget makan. Untuk mengatasi hal itu, sebagai sesama traveler maka saya rasa perlu banget ngasih informasi dimana tempat makan yang enak, mengenyangkan dan pastinya murah di Bali.

Bakso Solo Wonogiri

Tulisan yang tertera di kaca depan tempat makan yang satu ini adalah Bakso Solo, tapi saat kita masuk ke dalamnya maka kita akan melihat satu backdrop yang tulisannya Bakso Solo Wonogiri. Nggak tahu lah mana yang bener, yang pasti Bakso Solo ini lokasinya masuk area Tuban di Jl.Raya Kuta no… (maaf, saya nggak tahu…hehehe). Kalau dari arah bandara Ngurah Rai, letaknya di kiri jalan sebelum Joger. Tapi kalau dari arah pantai Kuta/Joger, letaknya di kanan jalan setelah Joger.

Pasti ada yang nanya begini, ngapain sih udah jauh-jauh ke Bali ujung-ujungnya makan Bakso Solo juga??? Gimana ya…kalau mau makan yang on budget plus ngenyangin dan lumayan bergizi terima ajalah yang ada.

Bakso Urat-Biasa

Anyway, di Bakso Solo Wonogiri ini ada beberapa menu: bakso urat, bakso biasa, bakso urat-biasa, mie ayam, mie ayam bakso, mie ayam bakso urat. Kalau favorit saya dan suami sih bakso urat-biasa.

Dalam bakso urat-biasa tuh ada satu bakso urat yang ukurannya lumayan gede, kurang lebih sebesar bola tenis, dan dua biji bakso biasa ukuran kecil dan sedang. Sangat mengenyangkan untuk jatah satu kali makan. Harganya? kita harus merogoh kocek sebesar Rp.12.000 untuk satu porsi bakso urat-biasa. Worth it banget untuk ngisi perut yang sudah berdendang dangdut! hehehe…

Kalau harga menu yang lain gimana? Ini dia list-nya:

Bakso biasa Rp.7000
Bakso urat Rp.8000
Mie ayam Rp.5000
Mie ayam bakso Rp.7000
Mie ayam bakso urat Rp.12.000

Itu kan daftar harga makanan, minumannya gimana dong? Bakso Solo Wonogiri nyediain minuman standar tempat makan seperti air mineral, teh dalam botol, es teh manis, es jeruk. Harganya rata-rata Rp.3000/porsi. Terjangkau banget kan harga makanan dan minuman di Bakso Solo Wonogiri ini?

Yup, Bakso Solo Wonogiri di Jl.Raya Kuta, Tuban-Bali memang salah satu pilihan yang pas bagi para budget traveler. Selain harganya yang murah, porsinya yang mengenyangkan dan bergizi, pastinya juga halal lho…

Older posts «

Switch to our mobile site