Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


March 02, 2012

Nyepi di Bali

Nyepi adalah salah satu hari raya bagi umat Hindu, terutama di Bali. Berbeda dengan Galungan dan Kuningan yang selalu diperingati setiap setahun dua kali, hari raya Nyepi hanya diperingati setahun sekali saja. Karena diperingati setahun sekali, maka umat Hindu di Bali biasanya lumayan heboh menyiapkan hari raya ini. Bisa dibilang Nyepi itu sama dengan Lebaran bagi umat Muslim. Lho kok? bukannya Nyepi itu waktunya untuk introspeksi diri dan merenung karena didukung oleh suasana yang hening ya? Seharusnya sih begitu. Tapi setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang Bali, maka saya memiliki kesimpulan yang berbeda tentang Nyepi di Bali.

Hari raya Nyepi, semua aktifitas berhenti. Tak ada kendaraan yang boleh melintasi jalanan di Bali kecuali ambulans, kendaraan pecalang dan kendaraan polisi. Bandara dan semua pelabuhan yang ada di Bali pun menghentikan aktifitasnya dalam satu hari itu. Siaran TV nasional mati. Semua rumah tidak boleh menyalakan lampu. Yang boleh menyalakan lampu hanya rumah yang memiliki anak dibawah usia dua tahun, dan itupun lampu-lampu di rumah bagian luar harus mati. Intinya nggak boleh ada sinar kelihatan dari luar. Ya, satu hari dalam setahun Bali mendadak jadi “pulau mati”.

Peringatan hari raya Nyepi di Bali diawali dengan arak-arakan Ogoh-Ogoh. Masing-masing banjar yang ada di Bali memamerkan ogoh-ogoh yang (kadang) diiringi dengan musik khas Bali. Saat arak-arakan itu selesai, maka secara otomatis Nyepi pun di mulai. Terhitung mulai pukul 5 pagi sampai jam yang sama di hari berikutnya, Bali serasa menjadi pulau tak berpenghuni.

Ogoh-Ogoh

Pada saat hari raya Nyepi datang, seluruh keluarga di Bali berkumpul di dalam rumah. Karena pada hari itu pasar tutup dan semua toko tutup maka orang Bali biasanya men-stok makanan sejak seminggu sebelum Nyepi tiba. So, ketika hari-H-nya tiba, biasanya keluarga-keluarga di Bali masak “besar-besaran” untuk kebutuhan ransum seluruh keluarga. Persis seperti lebaran kan? (keluarga kumpul semua dan banyak makanan tersedia). Seharusnya saat Nyepi tidak boleh makan dan minum (puasa sehari), tapi menurut beberapa orang Bali yang ngobrol sama saya, hanya sebagian orang saja yang masih melaksanakan kebiasaan itu.

Baru sekali saya merasakan Nyepi di Bali. Pagi hari ketika membuka jendela dari lantai 3 saya melihat ke sekeliling, tak ada satu kendaraan atau orang yang lewat di jalan sekitar rumah (I mean, ruko) saya. Just FYI, rumah saya benar-benar di jantung Denpasar, pusat kegiatan bisnis di Bali berada. Amazing aja merasakan satu hari berasa hidup di pulau mati.

One thought on “Nyepi di Bali

  1. Pada hari kedua tahun baru Bali, setelah selesainya kewajipan menyepi, perayaan Nyepi diakhiri oleh kegiatan Ngembak Geni, yang mana kaum keluarga, sanak-saudara dan jiran tetangga bermaaf-maafan sesama sendiri atas kesalahan dan keterlanjuran yang dilakukan oleh mereka sepanjang tahun yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *