Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


May 28, 2010

Mengapa Orang Indonesia Konsumtif?

Selama saya mengunjungi enam negara, saya seringkali memperhatikan apapun yang ada di negara tersebut. Mulai dari kebiasaan penduduk setempat sampai pada tata kotanya.

Satu hal yang cukup menggelitik sense of observation saya saat saya di luar negeri adalah saya memperhatikan taman yang ada di tiap negara. Semua negara yang saya kunjungi rata-rata memiliki taman kota yang asri, nyaman dan juga bersih.

Jerman, jangan ditanya lagi tentang taman kota di negara ini. Banyak sekali. Dan yang saya suka adalah, taman dengan rumput kecil-kecilnya teramat sangat bersih. Mau tiduran sambil baca buku di taman kota atau duduk-duduk sambil diskusi bersama grup kecil? Dua hal ini akan menjadi ritual yang sangat mengasikkan bagi saya.

Taman di Mann Heim-Jerman

Vietnam memiliki banyak sekali taman kota yang tersebar di penjuru kota Ho Chi Minh City. Maklum lah Vietnam kan bekas jajahan Perancis, jadi tata kotanya (menurut saya) “sangat Eropa”. Bagusnya Vietnam, mereka masih mampu melestarikan peninggalan sejarahnya dengan baik hingga saat ini. Jadi taman-taman kota yang ada di Vietnam sangat terjaga dengan apik.

Taman Kota di Ho Chi Minh City-Vietnam

Taman di depan opera house HCMC-Vietnam

Kamboja, negara yang bisa dikatakan masih termasuk dalam kategori negara tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara di Asia Tenggara yang lain juga memiliki taman kota yang bersih lho.  Di taman-taman kota tersebut banyak penduduk setempat yang duduk-duduk untuk melepaskan penat, ngobrol dengan teman-temannya, bercanda dan pacaran (lho? :D).

Taman di Phnom Penh-Kamboja

Thailand, saya hanya menyusuri old town saat berada di Bangkok. Seperti halnya negara yang lain, di beberapa spot ada taman kota yang asri dan bersih. Saya sempat duduk-duduk disana untuk melepaskan penat setelah keliling kota on foot. Di taman kota ini beberapa orang ada yang sedang jogging, mengajak jalan-jalan hewan peliharaanya, duduk-duduk sambil baca koran atau ngobrol dengan temannya dan pacaran (lho lagi :D).

Taman di Bangkok-Thailand

Singapore, untuk masalah kebersihan rasa-rasanya kita tidak perlu meragukan lagi bagaimana Singapura sangat menjaga hal ini. Dimana-mana seringkali saya temui plang dengan tulisan FINE: ….(sekian) dollar singapura jika kita membuang sampah sembarangan. Lho, lho. Lho kok malah ngomongin sampah sih? Saya kan mau ngomongin taman kota di Singapura. Okay, this is it.

Saat saya berjalan kaki menyusuri jalanan Singapura dari Orchad Road sampai ke Merlion Park dan sampai ke Clarke Quay (seriously, on foot!), saya mendapati banyak taman kota disana. Yang paling berkesan adalah saat malam hari saya duduk-duduk dan menikmati di taman kota yang ada di pinggir Singapore river, di depan The Fullerton Hotel dan Cavenagh bridge. Suasana yang tenang dan bersih serta pantulan lampu dari The Fullerton Hotel dan Cavenagh bridge membuat suasana menjadi romantis! Sungguh, nyaman sekali melewatkan waktu walaupun hanya duduk-duduk di taman kota itu.

Taman di Singapura

Saya jadi teringat dengan negara kita. Dimana ya saya menemui taman kota di Indonesia yang nyaman untuk menjalani “ritual-ritual” seperti itu? Saya rasa tidak ada. Apalagi di kota-kota besar yang ada di Indonesia, jarang sekali saya menemui ada taman kota. Kasihan banget ya negara kita. Saya rasa ini PR besar bagi Dinas … (apa ya?) pokoknya yang mengurusi tata kota plus taman kota deh.

Nah, terus apa hubungannya taman kota dengan judul di atas?

Jadi begini ya travelers’, negara-negara yang saya kunjungi notabene mempunyai taman kota, penduduknya bisa menghabiskan leisure time mereka dengan hanya sekedar duduk-duduk sambil ngobrol dengan teman-temannya di taman kota. Dan yang patut jadi perhatian adalah, hal itu gratis! Paling ngeluarin uang sedikit untuk beli jajan (cemilan).

Kalau di Indonesia? Karena kita nggak punya banyak taman kota, maka kebanyakan penduduk Indonesia menghabiskan waktu luang mereka untuk refreshing dengan jalan-jalan di mall, janjian ketemu sama teman di mall, pacaran di mall. Kalau sudah jalan-jalan ke mall, yang niat awalnya hanya window shopping aja, bisa jadi beli sesuatu. Selain itu, dengan sering ke mall dan melihat-lihat barang yang dijual membuat kita ingin membeli barang tersebut. Siklus ini tidak hanya terjadi sekali, tapi berulang kali. Hal inilah yang menurut saya menjadi salah satu alasan mengapa orang Indonesia menjadi konsumtif. Cukup bisa dipahami kan penjelasan saya?

Bogor, 28 Mei 2010 14:55

~Okvina Nur Alvita

7 thoughts on “Mengapa Orang Indonesia Konsumtif?

  1. chandra iman says:

    Di Bogor ada lho taman kota, di Taman Peranginan, Taman Kencana dan yang lain adalah Kebun Besar alias Kebun Raya a.k.a Botanical Garden 😀 i love bogor

    1. tapi taman kotanya pada kotor mas…
      but I love bogor too… 🙂

  2. Zakky says:

    Karena taman kota di Indonesia “dikuasai” oleh pedagang kaki lima hehe…Dimana ada taman di situ ad PKL 😀

    Referensi buat jalan2 lg ke luar negeri nih, terutama negara ASEAN. Nice info Vin :p

  3. dara says:

    PKL ga buruk kok… cuma ga tertata, diberi tanggung jawab besar dan dikembalikan fitrahnya sebagai pedagang kaki lima dalam artian sebenarnya. padahal itu dia sisi menariknya indonesia.. punya PKL!

    perhatiin deh, ditaman yang rapih, hampir ga ada yang nongkrong. kalo ada pkl, pasti ada yang dateng, lebih hidup!

    btw, banyak tempat kok di indonesia yang punya taman kota yang bersih, di Singkawang, ato di Solo misalnya..

    great story mba.. 🙂

  4. Lucy says:

    Hello… menarik sekali ulasan-nya.
    Sata mau tanya2 boleh ? Minta tambahan informasi waktu pergi ke Cambodia.

    Boleh tolong send email ke saya ?

    Thank You Very Much

  5. Flo says:

    hai mbak okvina…
    saya sukaaaa banget duduk2 di taman di jakarta, khususnya monas yang jadi tempat paling asik untuk weekend. ada banyak bgt spot yg bisa dieksplor dari monas (selain jadi tempat gelap-gelapan untuk pacaran.fiuh). Tapi nyatanya, stigma “kampungan” dan “remang-remang” gak bisa lepas… ajakan2 itu seringnya ditanggapi dengan tawa, sambil nanya “mao ngapain lo kesitu?”….

    beda kalo saya ajak nonton atau makan di restoran.
    fuhh.
    hehehehe

  6. Ehmard says:

    Salam kenal mba,

    bener bgt, rasanya pengen balik lg ke Ho Chi Minh gara2 tamannya, jalan sedikit ada taman yg rata2 luas dan bersih, mdh2an bisa liat taman negara lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *