Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


September 23, 2013

I Love Bali

Jember, Bogor, Bali (Denpasar). Saya pernah tinggal di tiga kota itu. Dan yang terakhir adalah yang saat ini jadi tempat tinggal saya. Dari 3 tempat tersebut, saya merasa paling nyaman tinggal di Bali.

Sejak tahun 2010 saya pindah domisili dari Bogor ke Bali. Awalnya saya merasa biasa-biasa aja tinggal di kota ini. Tapi lama kelamaan saya jadi jatuh cinta sama Bali. Dan sekarang, setiap saat saya jadi makin jatuh cinta sama Bali.

Untuk masalah keindahan alam, jangan ditanya lagi. Bali punya semuanya. Mau pemandangan pantai, dari ujung utara ke selatan ke barat ke timur, pasti ketemu sama yang namanya pantai. Pengen lihat atau ngerasain nuansa pegunungan, tinggal pergi aja ke Bali tengah. Urusan panorama alam, semuanya komplit ada di Bali.

Itu hal kasat mata yang bisa kita nikmati dari Bali.

Bedugul - Bali

Bedugul – Bali

Tapi sejujurnya bukan hal kasat mata itu yang bikin saya jatuh cinta banget sama pulau ini. Tapi ada banyak hal tak kasat mata yang saya rasakan setelah menetap 3 tahun di pulau nan cantik ini.

Yang pertama adalah tentang toleransi umat beragama di Bali. Menurut saya, Bali menempati posisi tertinggi untuk urusan toleransi antar umat beragama. Kita disini jarang banget tidak pernah ngeributin yang namanya agama. Malah sebaliknya, antar umat beragama di Bali saling menjaga satu sama lain. Saat ada salah satu ormas keagaaman yang terkenal brutal dan anarkis mau masuk Bali, maka umat muslim se-Bali melayangkan surat terbuka untuk bersama pecalang akan menahan kedatangan ormas tersebut di beberapa titik yang memungkinkan mereka untuk masuk ke Bali. Contoh lain, saat perayaan hari Raya Nyepi jatuh pada hari Jumat. Maka umat muslim tetap boleh melaksanakan sholat Jumat di masjid terdekat dengan rumahnya, namun dihimbau untuk tidak menggunakan pengeras suara untuk tidak mengurangi kekhikmat-an umat Hindu yang sedang Nyepi. See… Indahnya toleransi umat beragama di Bali…

Hal kedua, di Bali tidak ada gedung pencakar langit. Tinggi bangunan di Bali tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa. Itu merupakan aturan adat orang Bali. Tidak adanya gedung yang menjulang tinggi di Bali jujur bisa menyejukkan pandangan mata saya dan mengurangi tingkat stress yang saya rasakan. Di Jakarta misalnya, banyak banget kan gedung-gedung tinggi disana, yang saya rasakan orang-orang di Jakarta pada sibuk dan buru-buru terus, plus muka-muka mereka sepertinya menyimpan banyak beban dan stress. Beda sama di Bali yang nyantai dan orang-orangnya seperti menikmati hidup semua. Hehehe…

Hal ketiga, di Bali saya bebas pakai baju seperti apapun tanpa takut (amit-amit) terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perkosaan. Mungkin karena orang-orang Bali sudah terbiasa dengan bule yang pakai pakaian minim kali ya, jadi wanita pakai baju seperti apapun, bahkan cuma pakai bikini sekalipun, tidak akan ada tatapan melecehkan dari orang lain, terutama laki-laki.

Yang pasti, saya merasa lebih tenang dan damai di Bali.

I Love Bali….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *