Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


August 17, 2013

Air Asia dan Mimpi Kami

Air Asia (image from: e-tiketpesawat.com)

Air Asia (image from: e-tiketpesawat.com)

Air Asia, sudah 5 tahun berturut-turut menyabet predikat Low Cost Airline dari Sky Trax. Air Asia patut berbangga karena ia telah mampu mengalahkan low cost airline lain dari seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, Malaysia lah yang patut banyak-banyak berterima kasih.

Mangapa saya bilang Malaysia harus banyak-banyak berterima kasih pada Air Asia? Memang sih saya nggak punya data yang pasti antara tingkat kunjungan wisatawan asing ke Malaysia sebelum dan sesudah adanya maskapai Air Asia. Namun, menurut hemat suami saya dan saya sendiri, dengan berdirinya Air Asia (yang home base-nya di Malaysia) sebagai salah satu low cost airline di dunia penerbangan komersil, pastilah menyokong sekian persen pendapatan Malaysia dari bidang pariwisata, pajak, perhubungan dan bidang yang lain-lainnya.

Gini ya, Air Asia dalam perkembangannya banyak melayani rute-rute internasional yang otomatis penumpangnya sebagian besar bukan warga negara Malaysia. Jika ada rute yang membutuhkan transit maka Air Asia akan menggunakan Kuala Lumpur sebagai kota transitnya. Jika waktu transit lumayan lama, maka penumpang (mungkin) akan memilih untuk berkeliling kota Kuala Lumpur. Saat penumpang memutuskan untuk berkeliling kota (bahkan saat tidak memutuskan untuk berkeliling kota sekalipun) maka perputaran roda perekonomian akan bergerak. Asumsinya begini, misalnya penumpang tidak memutuskan untuk berkeliling kota, maka dia akan tetap di bandara. Saat di bandara mungkin ia akan belanja, minimalnya beli makan. Dengan dia beli makan di salah satu resto/cafe/kedai/warung yang ada di bandara, maka sudah jelas akan ada perputara uang disana. Nah, kalau dia memutuskan untuk berkeliling kota? Sudah sangat jelas akan ada perputaran uang, at least ongkos untuk transport keliling kota. See?? Malaysia patut berterima kasih.

Sebagai penyandang predikat the best low cost airline, Air Asia pastinya akan sering kasih harga tiket promo. Yah walaupun jumlah tiket yang dikasih harga promo nggak banyak, tapi itu cukup membuat orang-orang rela begadang semalaman  demi memperoleh tiket dengan harga (base fare) Rp.0,-. Setelah saya perhatikan, beberapa destinasi internasional yang dikasih harga promo gila-gilaan oleh Air Asia adalah destinasi ke Malaysia, seperti Kuala Lumpur dan Penang. Karena tergoda dengan harga yang miring tersebut maka orang seringnya terjebak untuk booking penerbangan kesana. Artinya apa? Sudah pasti perputaran roda perekonomian di Malaysia akan lebih tinggi dengan hal ini. Saat tiket sudah ditangan, orang pasti akan booking hotel disana dan saat sudah sampai sana, pasti akan ada pengeluaran untuk transport, makan, wisata, dan lain-lain. Banyak banget ya perputaran ekonominya hanya karena harga tiket pesawat yang hanya beberapa saja (dalam satu penerbangan) dibikin murah. See? Malaysia HARUS berterima kasih.

Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau yang indah dan masih banyak yang belum terjamah karena keterbatasan sarana transportasi. Kalaupun ada, harga transportasi pasti tidak murah. Ambil contoh, Wakatobi, Derawan, Selayar, Raja Ampat, Labuan Bajo dan Komodo, keindahan tempat-tempat tersebut sudah tak perlu diragukan lagi. Bahkan Triniti-pun (penulis The Naked Traveler) masih men-cap Raja Ampat sebagai pantai terindah yang pernah dikunjunginya. Tapi keindahan tempat-tempat tersebut nggak akan ada artinya jika sara transportasi kesana belum ada yang bisa menyentuh kantong semua kalangan, terutama para budget traveler. Artinya apa? Perputaran roda perekonomian akan tetap seperti itu-itu saja dan tingkat perekonomian masyarakat setempat juga stagnan, ya kan?

In Life Never Stop Dreaming (image from: www.whitneymelendres.com)

In Life Never Stop Dreaming (image from: www.whitneymelendres.com)

Saya dan suami saat ini sedang merintis usaha transport. Dan kami dengan serius menggarap bisnis ini sampai mimpi kami terwujud. Pasti pada penasaran kan apa mimpi kami? Kasih tau nggak yaaa… hehehe… Ya, mimpi kami di usaha ini adalah sampai punya maskapai sendiri. Maskapai low cost airline untuk penerbangan perintis ke tempat-tempat oke yang saya sebutkan di atas. Nah, untuk home base-nya di Denpasar. Jadi kalau ada penerbangan yang membutuhkan transit, maka kota transitnya di Denpasar-Bali. Untuk tehnik marketingnya, akan memberlakukan diri seperti Air Asia, sampai menjadi top of mind di orang-orang sebagai maskapai termurah karena sering bikin promo gila-gilaan. Selain itu karena kami punya kontrak dengan banyak hotel di seluruh Indonesia, maka kami pasti akan menjalin kerjasama dengan hotel-hotel/penginapan tersebut untuk memberikan special discount bagi tamu yang membawa boarding pass maskapai kami. Trus ada layanan suttle bus juga dari bandara ke beberapa destinasi landmark atau hotel di kota tersebut (pastinya suttle bus itu nggak gratis dong, sebagai pelengkap aja biar penumpang kami nggak “keleleran” di bandara).

Nah, dan ini yang terpenting, untuk pesawatnya kami ingin pakai buatan bapak B.J.Habibie (semoga nanti saat mimpi ini terwjud beliau masih sehat wal afiat. Amiieennn…), karena sebagai orang Indonesia beliau lebih tau kondisi alam di Indonesia dan pesawat model seperti apa yang cocok untuk medan yang ada di Indonesia. Bukan pesawat buatan asing yang kurang safety karena tidak cocok dengan medan Indonesia.

Kebayang nggak sih bakalan seperti apa besarnya roda perekonomian yang akan berputar nantinya dengan berdirinya maskapai mimpi kami tersebut?

Hmmm, semoga mimpi ini bisa segera terwujud. Amiiinnn… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *