Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


March 28, 2010

Mengapa Harus ke Luar Negeri?

“Ngapain sih buang-buang duit ke luar negeri? Di Indonesia juga banyak tempat bagus kok”

“Ngelilingi seluruh Indonesia aja belum, ngapain harus ke luar negeri?”
Komentar seperti itu sering saya dengar dari beberapa orang saat saya sedang semangat-semangatnya ‘mengompori’ mereka untuk merencanakan traveling ke luar negeri. Syukur-syukur kalau mau traveling ala ‘gembel’ bersama saya. Bahkan ada yang bilang begini ke saya.
“Aku nggak bakalan ke luar negeri kecuali hanya untuk naik haji atau umroh”
Saya tidak tahu apa alasan mendasar mereka sehingga tidak ingin pergi ke luar negeri. Kalau dari segi finansial sih rasanya bukan, karena yang bilang begitu rata-rata cukup mapan secara finansial. Cinta Indonesia? Mungkin. Tapi saya nggak yakin kecintaan mereka pada Indonesia melebihi saya (bangga nih ye… :D).
Memang, hanya sebagian kecil dari Indonesia yang sudah pernah saya jelajahi. Tapi itupun tidak mengurangi kecintaan saya pada Indonesia. Bisa dikatakan kalau saya salah satu orang Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Saya salah seorang batik lovers, saya sedang berusaha untuk memakai produk-produk dalam negeri, dan saya juga gencar ‘mengompori’ kawan-kawan saya untuk memakai produk dalam negeri juga. Namun demikian, saya selalu tertarik untuk pergi ke luar negeri. Entah itu untuk program pertukaran pelajar, student conference, melanjutkan jenjang pendidikan ataupun sekedar traveling saja. Ada yang bilang kalau saya itu “luar negeri minded”. Tidak masalah bagi saya dengan sebutan itu karena saya memiliki beberapa alasan yang sangat make sense mengapa saya suka sekali dengan yang namanya luar negeri.

Travel the World dari http://www.muurkrant.nl

Saya akui, kalau hanya untuk menikmati alam dan ke tempat-tempat wisata saja, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Indonesia tercinta kita ini memiliki semuanya. Laut yang biru, pantai dengan pasir yang putih bahkan pink, gunung, hutan dengan berbagai vegetasinya, air terjun, danau, ngarai, panorama bawah laut, semuanya ada di Indonesia. Salju? Ada kok, tapi musti naik gunung Jayawijaya dulu. Hehehe… :D. Selain kekayaan alam, apa lagi yang dimiliki oleh Indonesia? Ya pastilah kekayaan budayanya. Kita memiliki identitas sebagai suatu negara dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Kita sangat kaya dengan warisan budaya yang berbeda-beda dari Sabang sampai Merauke dan kita masih bisa mempertahankannya. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik kita bagi wisatawan asing. Lalu kalau semuanya Indonesia sudah punya, mengapa masih harus ke luar negeri? Inilah yang akan saya jelaskan.

Mengapa saya suka sekali ke luar negeri? Karena banyak sekali yang saya pelajari saat saya ke luar negeri. Berikut ini adalah daftar alasannya.
1. Saya belajar memahami kebudayaan dan kebiasaan orang setempat. Saya memperhatikan bagaimana mereka bergaul, bagaimana mereka melakukan kegiatan sehari-hari dan bagaimana mereka beraktifitas. Semua hal itu tentunya berbeda dengan yang biasa dilakukan oleh orang Indonesia pada umumnya.
2. Saya belajar etos kerja negara lain. Saya belajar tentang bagaimana negara-negara maju sangat menghargai waktu dan bagaimana semuanya harus terjadwal dengan baik sekaligus dibarengi dengan disiplin yang tinggi.
3. Saya mengagumi “kemodern”-an negara yang lebih maju dari Indonesia dan selalu berpikir, kapan ya Indonesia bisa seperti itu? Ini bisa jadi pemicu bagi kita untuk berkotribusi demi kemajuan bangsa ini.
4. Saya bersyukur jadi orang Indonesia saat berada di negara yang dibawah (lebih miskin dari) Indonesia. Walaupun dengan semua permasalahan yang sedang membelenggu negeri kita tercinta ini, tapi saya bersyukur menjadi warga negara Indonesia, bukan warga negara lain.
5. Saya memperhatikan penduduk lokal dan ekspresi-ekspresi muka mereka. Saya suka sekali melihat wajah-wajah penduduk lokal dan ekspresi-ekpresi wajah yang mereka tunjukkan karena itu merupakan cerminan dari negara mereka.
6. Saya membandingkan apa yang negara lain punya dan apa yang tidak Indonesia punya serta bagaimana cara mereka (negara lain) meraih itu. Emang dasar saya orangnya suka memperhatikan segala sesuatu, sekecil apapun itu, saya jadi suka membandingkan Indonesia dengan negara yang saya kunjungi. Saya membandingkan Indonesia bukan untuk mengejek ketertinggalan kita, tapi untuk mencari tahu bagaimana caranya negara tersebut bisa meraih sesuatu yang kita belum mampu meraihnya?
7. Saya menjadi lebih bangga jadi orang Indonesia dengan semua keunikan yang dimiliki oleh Indonesia.
8. Di luar semua itu, banyak sekali pengalaman berharga yang akan kita dapat saat kita di luar negeri.
Intinya, ke luar negeri nggak hanya sekedar jalan-jalan, tapi otak dan pemikiran kita juga ikut “jalan-jalan”. It change our mind set and our point of view of life. Inilah yang mahal harganya dan tidak bisa dibayar dengan nominal angka, tapi dengan pemahaman yang lebih holistik tentang kehidupan.
Bogor, 27 Maret 2010 20:12
~Okvina Nur Alvita

4 thoughts on “Mengapa Harus ke Luar Negeri?

  1. Muhammad Isa says:

    Setuju, I agree 100% with you. That's why I wanna be a diplomat and I will be, Insyaallah. Supaya bisa traveling gratisan ke banyak tempat n ngelakuin poin 1-8 diatas. 🙂
    Ga nyangka vina udah jalan2 ke luar negeri beberapa kali, sementara aku yg ambil HI malah belum kesana. Thanks for sharing your amazing traveling experiences in this blog. I really hope your stories can increase my traveling motivation so I can feel what you feel, and see what you see.

  2. Zakky says:

    Well, Mbak Vina ternyata hobi backpacker jg euy 😀
    Buat saya pribadi, keluar negeri gak sekedar jalan2. Tp juga harus belajar komparasi dgn negara lain. Waktu ke Kuala Lumpur kesan pertama saya adalah ngiri berat sm tata kotanya. Teratur, rapi, tertib, gak kayak ibukota Jkt (ini dr segi tata kota aja ya..). Terus lbih ngiri lg sm Singapur. Itu bner2 rapi jali kotanya hehe..

    Yup, saya setuju bahwa kita harus belajar dr negara lain. Entah itu budaya, perilaku, dll. Spy qta gak melulu nyebut diri sendiri sbg bangsa yg besar (kebawa lg deh delusion of grandeur-xa hehe..)

    Hmmm..penasaran nih gmn rasanya travelling ala ‘gembel’. Pasti seru nih. Someday deh :p

    1. Setuju…
      Traveling ala backpacker emang harus dicoba mas Zakky.
      Saya jamin, pasti ketagihan!! 😛

  3. Steve says:

    Well, Mbak Vina ternyata hobi backpacker jg euy 😀
    Buat saya pribadi, keluar negeri gak sekedar jalan2. Tp juga harus belajar komparasi dgn negara lain. Waktu ke Kuala Lumpur kesan pertama saya adalah ngiri berat sm tata kotanya. Teratur, rapi, tertib, gak kayak ibukota Jkt (ini dr segi tata kota aja ya..). Terus lbih ngiri lg sm Singapur. Itu bner2 rapi jali kotanya hehe..

    Yup, saya setuju bahwa kita harus belajar dr negara lain. Entah itu budaya, perilaku, dll. Spy qta gak melulu nyebut diri sendiri sbg bangsa yg besar (kebawa lg deh delusion of grandeur-xa hehe..)

    Hmmm..penasaran nih gmn rasanya travelling ala ‘gembel’. Pasti seru nih. Someday deh :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *