Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


March 28, 2010

Foto-Foto antara Turis Asia dengan Turis Bule


Selama saya traveling terkadang saya memperhatikan turis-turis yang lain, terutama saat berada di tempat wisata. Karena pastinya banyak sekali turis-turis disana (tempat wisata) dan mereka berasal dari berbagai negara. Saya membagi mereka ke dalam dua kategori berdasarkan muka mereka (karena hanya ini yang paling bisa dibedakan), yaitu turis Asia dan turis Bule. Saya tidak bisa membagi lebih lanjut berdasarkan asal negara mereka karena susah banget kali… bule-bule itu kan rata-rata kulitnya putih, bermata biru dan hidungnya mancung. Sedangkan orang Asia, yah you know lah seperti apa.
Well, berdasarkan hasil pengamatan saya, ada dua perbedaan yang cukup mencolok antara turis bule dan turis Asia, terutama dalam urusan foto-foto. Mau tahu apa bedanya?
Perbedaan pertama, Turis Asia senang sekali berfoto-foto, begitupun juga dengan turis bule. Tapi objek yang difoto berbeda. Kalo turis Asia, lebih senang berfoto di depan objek yang dianggap menarik. Sedangkan turis bule, mereka lebih senang memfoto objek yag dianggap menarik. Ngerti nggak bedanya? Jadi kalo turis Asia itu, kalau foto-foto, harus selalu ada foto dirinya sendiri plus objek yang dianggap menarik, sedangkan turis bule, lebih suka memfoto objeknya aja, tanpa ada tambahan objek diri sendiri. Get it? Pinteerrr… 🙂
Perbedaan kedua, saat saya atau orang lain ingin memfoto sesuatu, dan kebetulan ada turis bule yang ingin lewat (jalan di depan saya), yang mana hal ini dapat menghalangi foto saya, mereka pasti mengalah untuk tidak lewat dulu dan mempersilahkan saya untuk take picture terlebih dahulu. Namun tidak demikian dengan turis Asia. Mereka langsung nyelonong aja lewat tanpa mau mengerti dan memperhatikan kepentingan orang lain, mereka cenderung tidak peduli apakah mereka akan mengganggu dan menghalangi orang lain untuk berfoto atau tidak.
Nggak perlu lah diperdebatkan mana yang lebih baik dalam dua perbedaan itu antara turis bule dengan turis Asia. Yang penting adalah mengambil esensi positifnya dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Selamat traveling (bagi yang mau traveling) dan mulailah untuk “peka” pada lingkungan di sekitar kita… Okay travelers? 🙂
Bogor, 27 Maret 2010 22:27
~Okvina Nur Alvita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *