Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia
Review Tempat Makan

Warung Rujak Merdeka

By on August 19, 2013
Warung Rujak Merdeka
Warung Rujak Merdeka

Buat traveler yang lagi liburan ke Bali, udara siang hari yang terik seringkali membuat kita ingin makan yang seger-seger. Nah, saya punya rekomendasi satu tempat makan yang bisa menghilangkan dahaga kita dan lumayan bisa mengganjal perut untuk melanjutkan perjalanan kita selama di Bali.

Dari judul saya udah ketauan kan nama tempat makannya apa… Ya benar, Warung Rujak Merdeka. Warung Rujak ini berlokasi di Jl. Merdeka no 88 Renon-Denpasar, tepat di sebelah dan masih satu area dengan Restoran Ayam Betutu Gilimanuk yang ada di Jl. Merdeka.

Di warung ini apa aja yang bisa kita temui?

Banyak banget… mbak-mbak si penjual rujak, meja, kursi, cemilan macam kerupuk-kerupuk gitu, ulekan, dan lain-lain.

Aduh oncoomm, maksud gw menu apa aja yang ada di warung ini?

Judulnya aja udah warung rujak, ya pasti rujak lah! Bener nggak mbak?

Hush.. hush… hush… ini kok jadi serasa ada adegan percakapan antara dua orang traveler yang lagi baca tulisan ini tapi nggak sabaran pengen tau apa aja menunya? Pengen to the point gitu. Oke, this is it.

Di Warung Rujak Merdeka ini menu utamanya pasti rujak, mulai dari rujak kacang, rujak singaraja, rujak kuah pindang, dan rujak-rujak yang lain. Dari sekian banyak jenis rujak itu, yang jadi favorit saya adalah rujak kacang. Seger banget deh kalo makan rujak kacang di Warung Rujak Merdeka ini. Paduan buah-buahan segar dan manisnya gula merah, bikin tenggorokan jadi adem. Rujak kacang boleh jadi menu favorit saya, tapi menu terfavorit saya malah bukan rujak lho… Mau tau apa?

Kasih tau nggak ya…. hehehe…

Oke, oke… Jadi gini, selain berbagai jenis rujak, Warung Rujak Merdeka juga menjual makanan khas Bali seperti tipat cantok, jaja Bali, dll. Dan menu terfavorit saya adalaaaahhhhh…

Jeng jeng…

TIPAT CANTOK

Sumpah, tipat cantok di Warung Rujak Merdeka maknyus abis… Menurut saya sih itu tipat cantok terenak di Bali. Jadi travelers WAJIB hukumnya cobain tipat cantoknya kalau ke Warung Rujak Merdeka.

Ngomongin soal makanan, nggak lengkap kalau nggak di barengi sama minuman. Warung Rujak Merdeka ini juga menjual beraneka macam minuman yang so pasti enak dan menyegarkan. Ada es daluman, es kelapa muda, es campur-kolak. Saya paling suka sama es campur-kolak. Tapi semua macam es itu enak-enak kok. Mau pesen semuanya juga ga bakalan nyesel.

Biar travelers makin ngiler nyobain makanan di Warung Rujak Merdeka, ini ada beberapa foto makanan dan minuman yang sayas sebutkan tadi.

Tipat Cantok khas Bali (sebagian porsi ini sudah masuk ke perut saya)
Tipat Cantok khas Bali (sebagian porsi ini sudah masuk ke perut saya)
Rujak Kacang
Rujak Kacang
Es Daluman
Es Daluman
Es Campur
Es Campur

Pasti travelers pengen kan nyobain makanan dan minuman di Warung Rujak Merdeka setelah lihat penampakannya di foto. Apalagi es campurnya. Enak banget deh. Es campur di Warung Rujak Merdeka menyandang predikat es campur terenak se jagat raya (versi saya).

Setelah urusan rasa, trus untuk harga gimana dong?

Tenang aja travelers, setiap menu yang ada di Warung Rujak Merdeka ini harganya nggak lebih dari Rp.8.000. Murah banget kaann? Udah enak, nggak bikin kantong kebobolan pula! Apa nggak top markotop tuh?!

Oh iya, satu lagi yang penting, karena warung ini tidak menjual makanan yang mengandung daging-daging, jadi bisa dipastikan kalau warung rujak ini HALAL 100%. Buat traveler muslim monggo nggak usah takut-takut untuk datang kesana.

Selamat mencoba ya travelers.

Continue Reading

Thoughts

Air Asia dan Mimpi Kami

By on August 17, 2013
Air Asia (image from: e-tiketpesawat.com)
Air Asia (image from: e-tiketpesawat.com)

Air Asia, sudah 5 tahun berturut-turut menyabet predikat Low Cost Airline dari Sky Trax. Air Asia patut berbangga karena ia telah mampu mengalahkan low cost airline lain dari seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, Malaysia lah yang patut banyak-banyak berterima kasih.

Mangapa saya bilang Malaysia harus banyak-banyak berterima kasih pada Air Asia? Memang sih saya nggak punya data yang pasti antara tingkat kunjungan wisatawan asing ke Malaysia sebelum dan sesudah adanya maskapai Air Asia. Namun, menurut hemat suami saya dan saya sendiri, dengan berdirinya Air Asia (yang home base-nya di Malaysia) sebagai salah satu low cost airline di dunia penerbangan komersil, pastilah menyokong sekian persen pendapatan Malaysia dari bidang pariwisata, pajak, perhubungan dan bidang yang lain-lainnya.

Gini ya, Air Asia dalam perkembangannya banyak melayani rute-rute internasional yang otomatis penumpangnya sebagian besar bukan warga negara Malaysia. Jika ada rute yang membutuhkan transit maka Air Asia akan menggunakan Kuala Lumpur sebagai kota transitnya. Jika waktu transit lumayan lama, maka penumpang (mungkin) akan memilih untuk berkeliling kota Kuala Lumpur. Saat penumpang memutuskan untuk berkeliling kota (bahkan saat tidak memutuskan untuk berkeliling kota sekalipun) maka perputaran roda perekonomian akan bergerak. Asumsinya begini, misalnya penumpang tidak memutuskan untuk berkeliling kota, maka dia akan tetap di bandara. Saat di bandara mungkin ia akan belanja, minimalnya beli makan. Dengan dia beli makan di salah satu resto/cafe/kedai/warung yang ada di bandara, maka sudah jelas akan ada perputara uang disana. Nah, kalau dia memutuskan untuk berkeliling kota? Sudah sangat jelas akan ada perputaran uang, at least ongkos untuk transport keliling kota. See?? Malaysia patut berterima kasih.

Sebagai penyandang predikat the best low cost airline, Air Asia pastinya akan sering kasih harga tiket promo. Yah walaupun jumlah tiket yang dikasih harga promo nggak banyak, tapi itu cukup membuat orang-orang rela begadang semalamanย  demi memperoleh tiket dengan harga (base fare) Rp.0,-. Setelah saya perhatikan, beberapa destinasi internasional yang dikasih harga promo gila-gilaan oleh Air Asia adalah destinasi ke Malaysia, seperti Kuala Lumpur dan Penang. Karena tergoda dengan harga yang miring tersebut maka orang seringnya terjebak untuk booking penerbangan kesana. Artinya apa? Sudah pasti perputaran roda perekonomian di Malaysia akan lebih tinggi dengan hal ini. Saat tiket sudah ditangan, orang pasti akan booking hotel disana dan saat sudah sampai sana, pasti akan ada pengeluaran untuk transport, makan, wisata, dan lain-lain. Banyak banget ya perputaran ekonominya hanya karena harga tiket pesawat yang hanya beberapa saja (dalam satu penerbangan) dibikin murah. See? Malaysia HARUS berterima kasih.

Indonesia terdiri dari lebih 17.000 pulau yang indah dan masih banyak yang belum terjamah karena keterbatasan sarana transportasi. Kalaupun ada, harga transportasi pasti tidak murah. Ambil contoh, Wakatobi, Derawan, Selayar, Raja Ampat, Labuan Bajo dan Komodo, keindahan tempat-tempat tersebut sudah tak perlu diragukan lagi. Bahkan Triniti-pun (penulis The Naked Traveler) masih men-cap Raja Ampat sebagai pantai terindah yang pernah dikunjunginya. Tapi keindahan tempat-tempat tersebut nggak akan ada artinya jika sara transportasi kesana belum ada yang bisa menyentuh kantong semua kalangan, terutama para budget traveler. Artinya apa? Perputaran roda perekonomian akan tetap seperti itu-itu saja dan tingkat perekonomian masyarakat setempat juga stagnan, ya kan?

In Life Never Stop Dreaming (image from: www.whitneymelendres.com)
In Life Never Stop Dreaming (image from: www.whitneymelendres.com)

Saya dan suami saat ini sedang merintis usaha transport. Dan kami dengan serius menggarap bisnis ini sampai mimpi kami terwujud. Pasti pada penasaran kan apa mimpi kami? Kasih tau nggak yaaa… hehehe… Ya, mimpi kami di usaha ini adalah sampai punya maskapai sendiri. Maskapai low cost airline untuk penerbangan perintis ke tempat-tempat oke yang saya sebutkan di atas. Nah, untuk home base-nya di Denpasar. Jadi kalau ada penerbangan yang membutuhkan transit, maka kota transitnya di Denpasar-Bali. Untuk tehnik marketingnya, akan memberlakukan diri seperti Air Asia, sampai menjadi top of mind di orang-orang sebagai maskapai termurah karena sering bikin promo gila-gilaan. Selain itu karena kami punya kontrak dengan banyak hotel di seluruh Indonesia, maka kami pasti akan menjalin kerjasama dengan hotel-hotel/penginapan tersebut untuk memberikan special discount bagi tamu yang membawa boarding pass maskapai kami. Trus ada layanan suttle bus juga dari bandara ke beberapa destinasi landmark atau hotel di kota tersebut (pastinya suttle bus itu nggak gratis dong, sebagai pelengkap aja biar penumpang kami nggak “keleleran” di bandara).

Nah, dan ini yang terpenting, untuk pesawatnya kami ingin pakai buatan bapak B.J.Habibie (semoga nanti saat mimpi ini terwjud beliau masih sehat wal afiat. Amiieennn…), karena sebagai orang Indonesia beliau lebih tau kondisi alam di Indonesia dan pesawat model seperti apa yang cocok untuk medan yang ada di Indonesia. Bukan pesawat buatan asing yang kurang safety karena tidak cocok dengan medan Indonesia.

Kebayang nggak sih bakalan seperti apa besarnya roda perekonomian yang akan berputar nantinya dengan berdirinya maskapai mimpi kami tersebut?

Hmmm, semoga mimpi ini bisa segera terwujud. Amiiinnn… ๐Ÿ™‚

Continue Reading

Indonesia

Bali, from Coast to Coast

By on July 27, 2013

Bali, saya rasa orang Indonesia pasti tahu tentang pulau ini. Ya, walaupun mungkin mereka belum pernah menginjakkan kaki ke pulau yang paling terkenal di seantero penjuru negeri ini, setidaknya mereka pernah mendengar cerita tentang keindahan pulau Bali. Bahkan di luar Indonesia, Bali lebih terkenal daripada Indonesia-nya sendiri.

Anyway, ngomong-ngomong soal Bali, tahun ini adalah tahun ketiga saya menetap sebagai salah satu penduduk Bali. Keliling pulau Bali dari utara ke selatan, barat ke timur sudah beberapa kali saya lakukan. Bali memang sarat dengan wisata budaya, alam dan juga kuliner. Saya suka sekali dengan alam. Baik alam yang berupa pegunungan ataupun laut. Berkeliling pulau Bali tak lepas dari wisata alam yang berupa laut atau pantai. Jika kita ke arah utara, barat, timur, ataupun selatan pulau Bali pasti akan bertemu yang namanya pantai. Nah, saya akan membahas beberapa pantai yang ada di selatan pulau Bali.

Pantai Tanjung Benoa

Jika kita memulai penjelajahan ke pantai-pantai area selatan pulau Bali, saran saya ada baiknya jika mulai dengan menuju pantai Tanjung Benoa. Hamparan pasir yang bersih dan juga laut yang biru di pantai ini sangat sayang untuk dilewatkan jika kita berkunjung ke Bali. Selain keindahan pantainya, Pantai Tanjung Benoa juga sangat terkenal dengan wisata permainan air. Para wisatawan bisa melakukan watersport di pantai Tanjung Benoa ini.

Jika kita ingin bermain watersport di Tanjung Benoa ada baiknya jika membeli voucher watersport secara online karena kalau on the spot harga permainan watersport akan sangat mahal. Ada banyak permainan watersport di Tanjung Benoa, seperti: snorkeling, diving, banana boat, sea walker, flying fish, donut, parasailing, glass bottom boat ke pulau Penyu. Voucher watersport semua permainan itu bisa didapatkan / dibeli di www.melalibali.com.

Parasailing di Tanjung Benoa-Bali
Parasailing di Tanjung Benoa-Bali
Rolling Donut di Tanjung Benoa-Bali
Rolling Donut di Tanjung Benoa-Bali
Pantai Tanjung Benoa-Bali
Pantai Tanjung Benoa-Bali

Waterblow

Setelah puas bermain watersport di pantai Tanjung Benoa, saatnya menyusuri area Nusa Dua. Di dalam area Nusa Dua ada pantai umum yang bisa dikunjungi semua wisatawan. Nah, waterblow ini merupakan salah satu spot yang menarik dikunjungi yang termasuk dalam area pantai Nusa Dua.

Apa sih yang menarik dari Waterblow? Jadi waterblow sebenarnya bukan pantai yang berpasir, tapi pantai yang berkarang. Karangnya besar-besar. Karena selalu dihantam air laut, karang bagian bawahnya berlubang. Kalau ada ombak yang cukup keras maka air laut akan menyembur ke atas membentuk seperti “waterblow”. Begitu ceritanya.

Beberapa orang yang ke waterblow, sengaja berdiri di area yang dekat dengan “waterblow”. Kalau “waterblow” terjadi maka mereka akan basah kuyup kena air laut. Mungkin menurut mereka hal itu menyenangkan. Tapi kalau saya disuruh begitu, ogah banget! Hehehe…

Jalan menuju Waterblow, Nusa Dua-Bali
Jalan menuju Waterblow, Nusa Dua-Bali
Waterblow, Nusa Dua-Bali
Waterblow, Nusa Dua-Bali

Pantai Pura Geger

Puas bermain di area Waterblow-Nusa Dua dan sekitarnya. Saatnya berpindah ke area yang lebih tinggi. Cobalah untuk setia, eh salah… Cobalah untuk berjalan ke arah Hotel Mulia. Disamping hotel Mulia ada pantai, namanya pantai Geger. Tapi bukan pantai Geger ini yang saya maksud, melainkan pantai Pura Geger.

Kalau kita dari Nusa Dua, maka yang akan kita temui terlebih dahulu adalah jalan masuk ke pantai Geger, setelah itu hotel Mulia. Nah dari hotel Mulia, jika ingin ke pantai Pura Geger, maka harus jalan terus. Nanti ada pertigaan kecil yang ada penunjuk jalannya yang menunjukkan lokasi pantai Pura Geger.

Pantai Pura Geger ini salah satu secret beach yang baru dipermudah aksesnya untuk umum. Jalan masuk menuju pantai ini dan tempat parkir kendaraan baru diperbaiki.

Untuk menjangkau pantai Geger kita harus menuruni beberapa anak tangga yang tidak terlalu tinggi. Nggak bakalan ngos-ngosan kok untuk bisa ke pantai ini buat yang punya berat bada ideal. Kalo yang berat badannya overweight sih ga tau ya… Soalnya berat badan saya sih lumayan ideal (manurut saya. hehehe…).

Pantai Pura Geger memiliki pasir yang bersih (banget), ombak yang tenang dan tebing yang berlubang. Komposisi itu pas banget buat kita tidur-tiduran di atas pasir sambil menikmati alunan suara alam. Dijamin deh, bakalan betah “leyeh-leyeh” di pantai Pura Geger. Kalau menurut saya, pantai Pura Geger ini sama dengan pantai Padang-Padang sebelum terkenal karena jadi lokasi shooting film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts.ย  Pantai Pura Geger juga pas banget buat main air laut atau berendam dan berenang karena ombaknya sudah terpecah di tengah laut sebelum sampai ke bibir pantai. Pokoknya pantai Pura Geger TOP deh! ๐Ÿ™‚

Pantai Pura Geger
Pantai Pura Geger

Pantai Pandawa

Setelah puas bermain-main di pantai Pura Geger, saatnya untuk beralih ke pantai berikutnya, pantai Pandawa. Dari pantai Pura Geger, kita menuju jalan utama lalu menuju arah hotel Nikko. Setelah itu kita akan menemui jalan yang belum diaspal. Jangan putar balik, karena memang benar itu jalannya. Lewati saja jalan yang belum diaspal itu, toh juga cuma sedikit. Setelah jalan yang belum diaspal itu kita lewati, akan ada jalan besar yang aspalnya mulus banget. Terus lewati jalan itu. Nanti di tengah-tengah jalan itu ada jalan ke kiri, sebelum Bali Cliff. Tenang aja, ada penunjuk jalan pantai Pandawa yang ukurannya besar, jadi kesempatan untuk nyasar bisa diminimalisir. Ikuti saja penunjuk jalan yang ada, dijamin pasti akan sampai ke pantai Pandawa.

Pantai Pandawa ini dulunya salah satu secret beach yang lokasinya berada dibalik bukit kapur. Untuk mempermudah akses ke pantai Pandawa, maka beberapa bagian bukit kapur tersebut dengan sangat terpaksa harus dibelah, dipotong dan diiris (halah!). Pemandangan nan eksotik akan terlihat saat cuaca sedang cerah di jalan menuju pantai Pandawa. Paduan bukit kapur yang dibelah, jalan beraspal, birunya air laut dan birunya langit akan memberikan pesona yang luar biasa bagi siapapun yang melihatnya.

Jalan menuju pantai Pandawa
Jalan menuju pantai Pandawa
Jalan menuju pantai Pandawa (sayang lagi mendung waktu kesana)
Jalan menuju pantai Pandawa (sayang lagi mendung waktu kesana)
Eksotisme pantai Pandawa (Image from: twicsy.com)
Eksotisme pantai Pandawa (Image from: twicsy.com)

Anyway, di bukit pantai Pandawa ada salah satu sisi yang dilubangi dan diisi patung sebagai ucapan terima kasih untuk berbagai pihak yang telah membantu akses ke pantai Pandawa menjadi mudah. Banyak pengunjung yang berfoto di depan patung-patung berukuran raksasa itu.

Pantai Pandawa sendiri lokasinya di bawah tebing. Sama seperti pantai Geger atau pantai Pura Geger, ombak pantai Pandawa juga tenang karena sudah terpecah di tengah. Cocok sekali kalau mengajak keluarga (walaupun banyak anak kecil) untuk bermain di pantai ini.

Pantai Pandawa cocok untuk liburan keluarga karena selain memiliki ombak yang tenang, pantai Pandawa cukup luas, jadi kalau anak-anak mau main pasir, ada space yang cukup buat mereka. Selain itu, fasilitas di pantai Pandawa juga sudah lengkap. Banyak kursi tidur lengkap dengan payungnya yang bisa disewakan untuk wisatawan. Orang jualan juga sudah banyak. Kalau saya paling suka makan jagung bakar di pantai ini. Asal jangan lupa sampahnya dibuang pada tempatnya ya travelers, supaya keindahan pantai ini tidak tercemari dengan perilaku buruk pengunjungnya.

Pantai Pandawa
Pantai Pandawa

Aktifitas yang bisa dilakukan di pantai Pandawa ya apalagi kalau bukan “leyeh-leyeh” di kursi tidur sabil menikmati keindahan alam, berendam atau berenang di laut. Eh tapi, disana juga ada yang menyewakan kanoe. Jadi kalau mau sedikit olahraga, bisa menyewa kanoe dan keliling di pinggir-pinggir laut.

Kalau untuk anak-anak, berkunjung ke pantai Pandawa akan jadi aktifitas yang mengasyikkan. Mereka bisa bermain pasir laut membuat istana pasir. Orang tua bisa tenang membiarkan anak bermain di pantai tanpa penjagaan yang ekstra ketat karena pantai ini termasuk dalam kategori “friendly beach” (istilah ini saya bikin sendiri).

Itu ulasan beberapa pantai yang menarik untuk dikunjungi jika kita manyusuri pesisir selatan pulau Bali. Bali bagus ya…

Continue Reading

Indonesia

Gili Trawangan (lagi…)

By on June 25, 2013

Gili Trawangan. Pertama kali saya ke pulau itu September 2010. Kedua kalinya awal tahun 2012. Dan beberapa hari yang lalu (14 – 16 Juni 2013) saya kesana lagi. Tiga kali saya ke Gili Trawangan dan belum ada kata bosan untuk pulau kecil satu ini. Gili Trawangan masih tetap menduduki pulau terindah di dunia yang pernah saya kunjungi, lebih indah daripada lokasi shooting film The Beach yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, Phi-Phi Island-Thailand.

Berbeda dari kunjungan saya sebelumnya ke Gili Trawangan, transportasi yang saya gunakan menuju pulau ini (dari Bali) untuk ketiga kalinya adalah menggunakan kapal cepat (Fast Boat). Ada beberapa perusahaan fast boat yang melayani rute Bali-Gili Trawangan, namun saya dan suami saat itu memilih Marina Srikandi. Kami memilih Marina Srikandi karena perusahaan ini memiliki 1 armada kapal cepat yang ukurannya lumayan besar sehingga ombak di tengah laut tidak terlalu terasa. Tiket fast boat Marina Srikandi dari Padang Bai menuju Gili Trawangan Rp.350.000/orang. Namun karena saya ada kontrak khusus dengan Marina Srikandi, jadi saya dapat very special price! Mau tau berapa?? RAHASIA dooonngg… Itulah enaknya punya usaha trip organizer… Hehehe…

How to Get There

Menuju Gili Trawangan ada beberapa alternatif trasportasi. Bisa pakai pesawat ke Lombok dulu, bisa pakai ferry, bisa juga dengan mengendarai kendaraan pribadi. Namun menurut saya, cara termudah (tapi bukan terhemat) dan ga pake ribet untuk menuju Gili Trawangan adalah menggunakan fast boat (terserah mau fast boat dari perusahaan mana).ย  Saya sarankan untuk menggunakan fast boat dengan asumsi begini:

  1. Jika menggunakan pesawat berarti kita harus ke Lombok dulu. Harga termurah tiket pesawat saat ini dari Bali adalah Rp.200.000/orang (belum termasuk airport tax). Dari bandara Lombok, harus naik angkutan/transport sampai ke pelabuhan Bangsal. Dan tidak ada angkutan umum yang direct langsung ke Bangsal (kecuali kalau traveler sewa mobil), harus naik bus Damri ke Cakranegara dulu setelah itu naik angkot yang menuju Pelabuhan Bangsal. Sesampainya di Bangsal baru kita nyebrang ke Gili Trawangan dengan public boat. Ribet, lebih malah dan memakan waktu yang lebih lama.
  2. Jika menggunakan kapal ferry dari Padang Bai-Bali, memakan selama 4 jam (bisa lebih). Dan itu pun baru Padang Bai-Lembar. Dari pelabuhan Lembar, harus naik angkutan ke Cakranegara yang akan disambung angkot ke Bangsal, lalu public boat ke Gili Trawangan. Memang lebih murah, tapi bisa tua di jalan kita…
  3. Naik kendaraan pribadi sama artinya dengan naik kapal ferry. Tiket 1 mobil untuk naik kapal ferry sekitar Rp.600.000. Kalau orangnya banyakan sih memang bisa lebih murah. Tapi kalau cuma 2/3 orang, ya lebih baik naik fast boat kan biar ga capek dan tua di jalan! Hehehe…

Nah, sudah paham kan mengapa saya menyarankan naik fast boat saja kalau mau ke Gili Trawangan dari Bali.

Fast Boat Marina Srikandi
Fast Boat Marina Srikandi

Gili Trawangan, Dulu dan Sekarang

Anyway, saya cukup takjub pada kedatangan saya yang ketiga kalinya di Gili Trawangan ini. Mengapa demikian? Karena jika dibandingkan setahun yang lalu, saat saya kali kedua ke Gili Trawangan, perkembangan pulau kecil ini cukup pesat.

Tahun 2010, di pasar seni Gili Trawangan pada malam hari seingat saya hanya ada penjual nasi goreng, ayam lalapan, martabak dan nasi campur. Awal tahun 2012 juga masih sama. Namun saat kemarin saya kesana, betapa kagetnya saya karena pasar seni yang dulunya lengang jadi penuh dengan berbagai pedagang makanan kaki lima yang menjual bermacam jenis makanan. Yeaayy… jadi nggak susah lagi mau cari makan malam dengan harga yang terjangkau!

Selain itu, pagi sampai siang juga banyak penjual nasi bungkus keliling yang juga menjual kue dan rujak. Jadi nggak perlu ribet jalan ke pasar seni lagi kalau mau cari makan. Untuk masalah harga nasi bungkus keliling ini bervariasi, sekitar Rp.6000 – Rp.10.000/bungkusnya. Murah dan cukup mengenyangkan.

Dulu satu-satunya hotel bagus di Gili Trawangan hanya Vila Ombak, Kokomo dan The Beach House. Namun sekarang ada banyak hotel dan villa bagus di Gili Trawangan, sebut saja Villa Queen, Jambuluwuk, Ombak Sunset.

Bungalow yang depannya langsung pantai (nggak perlu masuk-masuk gang) dengan harga yang lumayan murah juga sudah banyak. Seperti yang saya tempati, Brothers Bungalow. Kalau lagi low season harga menginap per malamnya di bungalow ini hanya Rp.300.000/r/n, high season Rp.400.000/r/n, peak season Rp.500.000/r/n. Harga tersebut sudah termasuk tax, service dan breakfast 2 orang. Lumayan murah kan…

Brothers Bungalow
Brothers Bungalow (kamar saya tepat di depan kolam renang dan pantai)
Brothers Bungalow (kamar saya tepat di depan kolam renang dan pantai)
Kamar Brothers Bungalow
Kamar Brothers Bungalow
Kamar Mandi Brothers Bungalow
Kamar Mandi Brothers Bungalow

Dari beberapa hal yang berkembang pesat di Gili Trawangan, ada yang tidak berubah dari Gili Trawangan.

Yang pertama, disana tetap tidak ada kendaraan bermotor. Semua orang hanya berjalan kaki atau bersepeda atau naik cidomo. Masih sama seperti dulu, bebas polusi.

Yang kedua, pasir Gili Trawangan masih tetap putih dan air lautnya pun masih tetap berwarna toska. Masih sama seperti saat saya pertama kali ke Gili Trawangan. Berendam di pantai atau hanya “leyeh-leyeh” di kursi tidur yang banyak bertebaran di tepi pantai merupakan aktifitas yang selalu saya lakukan jika ke Gili Trawangan. Maka tak heran saat kesana kemarin, anak saya (Avi) juga senang sekali walau hanya sekedar leyeh-leyeh di kursi tidur sambil makan camilannya, menikmati alunan debur ombak berpadu dengan pasir putih dan air laut berwarna toska. Itulah salah satu cara saya dan Avi “menikmati hidup” dan mensyukuri keindahan alam-Nya.

Hhmmm, perpaduan dua hal tersebut yang membuat saya selalu ingin kembali lagi ke pulau kecil yang bisa kita kelilingi selama satu jam hanya dengan berjalan kaki saja.

Ahh… jadi kangen dengan panggilan “Gili T” (baca: Gili Ti), atau “GT” (JiTi) yang sering diucapkan masyarakat sekitar jika sedang bercakap dengan bule.

Sunrise di Gili Trawangan
Sunrise di Gili Trawangan
Gili Trawangan
Gili Trawangan

 

Keluarga kecil saya di Gili Trawangan
Keluarga kecil saya di Gili Trawangan
Avi (anak saya) sedang "menikmati hidup" di Gili Trawangan
Avi (anak saya) sedang “menikmati hidup” di Gili Trawangan

 

Narsis dikit boleh dong ya... hehehe... Sebelum pulang ke Bali dari Gili Trawangan
Narsis dikit boleh dong ya… hehehe… Sebelum pulang ke Bali dari Gili Trawangan

Continue Reading

Thoughts

Hati-Hati dengan Web Booking Hotel Online

By on May 20, 2013

Saat ini traveling jadi makin mudah dengan adanya beberapa web yang menyediakan jasa booking hotel online. Seringkali harga yang ditawarkan jauh di bawah harga jika kita booking langsung ke hotelnya. Sistem ini yang disebut sistem voucher hotel. Oleh sebab itu, ada baiknya para traveler hunting voucher hotel di beberapa web untuk membandingkan harga supaya memperoleh hotel yang sesuai keinginan dengan harga terbaik.

Ada beberapa web booking hotel online yang saat ini merajai dunia maya. Ambil contoh Agoda. Saya rasa Agoda sudah bukan hal asing lagi di telinga orang yang selalu online, khususnya para traveler. Saya juga sempat beberapa kali menggunakan jasa Agoda baik untuk keperluan pribadi ataupun menunjang pekerjaan saya.

Anyway, Agoda di satu sisi memang memudahkan dan membantu para traveler dalam merancang liburannya. Namun ada beberapa hal yang patut diwaspadai oleh traveler kalau booking hotel melalui web ini karena saya dan beberapa orang lain pernah merasakan “jebakan batman”nya Agoda.

Breakfast
Kasus sarapan ini saya alami saat saya booking Novotel Coralia-Lombok. Saya booking hotel ini semalam sebelum saya menginap. Karena tergiur dengan diskon yang cukup besar (di bawah harga kontrak saya sendiri dengan hotel ini), saya suami saya langsung saja booking hotel Novotel Coralia Lombok melalui Agoda tanpa ba bi bu lagi dan secara otomatis kartu kredit kami kena charge sesuai harga total yang tercantum di akhir. Saking buru-burunya booking, kami jadi kurang teliti. Ternyata harga promo tersebut tanpa breakfast! Jadilah kami kelaparan pagi harinya karena mengingat hotel ini jauh dari mana-mana. Kalau dihitung-hitung, jika dengan breakfast kontrak saya lebih murah dibanding harga yang dipasang Agoda.

Jebakan batman yang dipasang oleh Agoda di bagian ini adalah, di halaman pertama jika harga hotelnya sudah termasuk breakfast maka Agoda akan menulis “breakfast include. Namun harga tidak termasukmakan pagi, maka tidak ada tulisan apapun di halaman pertamanya. So, lebih teliti ya traveler kalau booking hotel lewat Agoda.

Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)
Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)
Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)
Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Hotel Sudah Tutup
Pengalaman buruk lain dengan Agoda bukan saya yang mengalaminya, tapi temannya teman saya. Saya tahu cerita ini dari twitter. Jadi temannya teman saya itu update status di twitter yang di-RT sama teman saya. Semalam sebelum check in hotel dia baru booking hotel melalui Agoda. Tapi saat mau check in di hotel dia hanya bisa melongo karena hotel yang dipesannya semalam ternyata sudah tutup 10 hari yang lalu. Kasihan banget ya…

Inilah kelemahan web booking hotel online yang benar-benar online. Tidak ada customer servicenya yang online dengan pihak hotel jadi tidak update kalau hotel yang bersangkutan ternyata sudah tidak beroperasi lagi.

Customer Service
Kalau untuk urusan customer service, dengan sangat menyesal saya harus kasih angka NOL pada Agoda. Nol disini berarti yang terjelek ya. Karena customer service Agoda tidak jelas keberadaannya dimana dan seringnya tamu komplain ke web booking hotel online lain untuk bookingannya pada Agoda. Ini artinya Agoda tidak menyiapkan staff customer care untuk webnya. Padahal menurut saya, kalau jualan jasa, customer service adalah staff paling penting harus ada untuk menerima keluhan dari customer.

Tax and Service
Tax and service, pajak dan pelayanan. Harga yang tercantum di halaman pertama Agoda bukan harga nett, ada plus-plus tax and service yang akan dibebankan pada customer yang akan tercantum di halaman berikutnya. Kalau dulu sistem Agoda di halaman berikutnya akan memunculkan jumlah tax and service yang harus dibayarkan, namun sekarang angka tersebut dihilangkan dan hanya ada tulisan kecil-kecil warna abu-abu tipis yang isinya tax and service belum termasuk. Nah, ini dia yang benar-benar jebakan batman yang dipasang oleh Agoda. Customer yang tidak teliti akan terjebak pada pemikiran bahwa harga yang akan dibebankan pada kartu kredit mereka adalah yang tercantum di web tersebut. Padahal masih ada tambahan service 10% dan tax 10% yang juga akan dibebankan pada kartu kredit customer. Hhhmmm, kalau sudah sampai sini bisa dikatakan penipuan nggak sih travelers??? So, harus teliti ya…

"Jebakan Batman" Agoda di Tax & Service
“Jebakan Batman” Agoda di Tax & Service (taken at May, 6th 2013)

Ambigu
Ambigu atau membingungkan. Tidak terjadi pada situs Agoda, tapi pada situs booking hotel online yang lain yaitu bookpanorama. Situs ini merupakan situs booking hotel online baru milik Panorama Travel yang brand ambassadornya Sandra Dewi. Saya bilang ambigu karena slogan mereka “Booking Sekarang, Bayar Belakangan”. Memang benar saat, kita booking dan harus memasukkan kartu kredit tidak akan ada charge apapun di kartu kredit kita dan customer baru akan bayar saat check in hotel. Nah, di pikiran saya kalau saya booking sekarang dan akhirnya saya cancel bookingannya, berarti nggak bakalan kena charge dong seharusnya kartu kredit kita. Tapi ternyata tidak. Jadi ataupun tidak jadi kita menginap di hotel yang telah kita booking melalui bookpanorama, kartu kredit kita pasti akan kena charge. So, apa bedanya??? Membingungkan kan slogannya…

Ambigunya bookpanorama :)
Ambigunya bookpanorama ๐Ÿ™‚

Hhhmmm… Banyak sekali web booking hotel online yang saat ini bertebaran di dunia maya. Ujung-ujungnya kita sebagai customer yang harus waspada, teliti dan hati-hati supaya tidak terjerat pada jebakan batman yang mereka pasang. So, pesan saya be a smart traveler is a must ๐Ÿ™‚

Continue Reading

Indonesia | Review Tempat Makan

“Pedasnya” Nasi Pedas Ibu Andika

By on January 23, 2013

Bagi para traveler, terutama yang muslim, makanan halal mutlak dibutuhkan ketika sedang jalan-jalan ke suatu daerah. Kebetulan saya saat ini mengelola usaha trip organizer yang kantor utamanya di Bali. Beberapa tamu saya banyak yang ketakutan akan makanan atau restoran halal yang ada di Bali. Mereka selalu request supaya dibawa ke restoran halal saja. Nah, untuk memenuhi permintaan customer tersebut, saya, staf saya biasanya membawa mereka ke restoran yang sudah pasti ownernya orang muslim.

Salah satu tempat makan di Bali yang ownernya orang muslim adalah warung Nasi Pedas Ibu Andika. Tempat makan yang satu ini lokasinya ada di 2 tempat, tetapi masih sama-sama di area Kuta-Bali. Yang satu berlokasi di Jl.Raya Kuta, tepat di depan Joger (pusat penjualan kaos khas Bali) dan yang satunya lagi berlokasi di Jl. Patih Jelantik-Kuta, di deretan ruko di depan hotel Everyday-Kuta.

Apa yang spesial dari warung Nasi Pedas Ibu Andika? Dari judulnya udah kelihatan kan, nasi pedas, pasti nasinya pedas. Eits, jangan salah… walaupun judulnya nasi pedas, tapi nasinya tetap nasi biasa kok. Sama seperti nasi putih yang biasa kita makan sehari-hari. Dijuluki nasi pedas karena lauknya sebagian besar pedas. Walopun nggak sampai bikin “ngos-ngosan” pas waktu makan, tapi pedasnya cukup bikin mata saya berair saat menyantap menu yang ada disana.

Menu Favorit Saya di Nasi Pedas Ibu Andika: Nasi Putih, Sayur Daun Singkong, Kulit Ayam

Konsep dari warung Nasi Pedas Ibu Andika ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari warteg. Beragam jenis lauk dipajang di depan warung dan tamu bebas mau memilih lauk yang mana.

Kalau favorit saya biasanya sayur daun singkong dan kulit ayam. Sayur daun singkong dibumbu lodeh. Kalau kulit ayamnya digoreng kering lalu dicampur dengan bumbu…aduh, saya nggak tahu apa namanya, yang pasti rasanya manis, gurih, sedikit pedas dan yang bikin saya ketagihan adalah “kriuk” renyahnya itu lho… Hhmmm… Mak nyus deh!

Kalau soal harga, sama seperti warteg pada umumnya, semakin banyak lauk yang kita ambil maka semakin mahal kita harus membayar. Menurut saya harga di warung Nasi Pedas Ibu Andika ini masih dalam taraf wajar. Menu yang biasa saya makan, nasi putih + sayur daun singkong + kulit ayam, biasanya Rp.10.000 aja. Tapi harga tersebut jangan dijadikan patokan ya karena kadang saya kesana dan ambil menu yang sama, saya harus membayar Rp.13.000. Soal harga di Nasi Pedas Ibu Andika ini suka-suka pelayan yang melani kita mau kasih harga berapa. Moga-moga aja pas traveler kesana dapet pelayan yang baik, jadi dikasih harga murah.

Saya doyan dengan masakan yang ada di warung Nasi Pedas Ibu Andika terutama kulit ayamnya dan begitu juga dengan tamu yang lainnya. Makanya nggak heran kalau pas jam-jam makan, antrian di Nasi Pedas Ibu Andika udah seperti “ular manusia”. Hehehe…

Anyway, walaupun masakan Nasi Pedas Ibu Andika bikin saya ketagihan, ada yang saya tidak suka dari warung ini. Pelayannya. Pelayannya nggak ramah dan (menurut saya) agak kurang terdidik. Pelayannya nggak tahu bagaimana harus melayani tamu dengan baik. Pernah suatu kali pas makan kesana, suami saya dan teman-temannya sampai hampir ribut gara-gara pelayan yang sok dan ngebetein customernya. Jadi buat para traveler yang nanti mau makan disana, sabar-sabar aja sama pelayannnya ya… ๐Ÿ™‚

 

Continue Reading