Cerita Traveling | Thoughts

Musafir dan Keringanan untuk Tidak Berpuasa

By on October 6, 2009

Seminggu yang lalu saya mudik. Saya mudik menggunakan sarana transportasi kereta api. Saya sangat berharap tidak ada orang yang duduk di sebelah saya di kereta api. Saya berani berharap demikian karena saya mudik 10 hari sebelum lebaran dan jumlah pemudik masih belum padat.

Harapan saya tidak terkabulkan, saya harus mendapati seorang laki-laki setengah baya duduk di sebelah saya dalam perjalanan kereta Jakarta-Surabaya. Namun saya, tak berhenti berharap, saya berharap laki-laki ini tidak bawel dan mengajak saya mengobrol, karena saya saat itu sedang letih sekali dan tidak ingin mengobrol dengan orang yang tidak saya kenal. Alhamdulillah, harapan saya yang kedua dikabulkan Yang Maha Kuasa. Laki-laki itu tidak bawel, dia menghabiskan perjalanan dengan membaca buku dan tidur. Dia tidak mengajak saya untuk ngobrol kecuali saat menanyakan saya turun dimana. Saya jawab ”di Surabaya” dan saya balik bertanya padanya, dia menjawab dia turun di Semarang. Alhamdulillah, saya mendapat ”bonus”! Saya sudah mendapatkan teman duduk yang tidak bawel dan setengah perjalanan Jakarta-Surabaya (Semarang-Surabaya) saya tempuh dengan tidak memikili teman duduk di sebelah saya (kecuali kalau ada orang yang nanti naik kereta ini di Semarang danmenggantikan posisinya, saya berharap tidak ada dan memang tidak ada orang yang menggantikannya, senangnya… 🙂 ).

Perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta malam tidak terlalu terasa. Saya sampai di Surabaya pukul tujuh pagi. Saya harus melanjutkan perjalanan Surabaya-Jember dengan kereta yang berbeda. Seperti harapan saya sebelumya, saya sangat berharap tidak ada orang duduk di sebelah saya nantinya.

Saya naik kereta Surabaya-Jember dari salah satu stasiun utama yang ada di Surabaya (Gubeng Baru). Dari stasiun tersebut, tidak ada orang yang duduk di sebelah saya, saya agak sedikit lega. Namun saya lupa, bahwa kereta ini akan berhenti di beberapa stasiun berikutnya untuk menjemput penumpang yang lain. Di stasiun Wonokromo, tidak ada orang yang mengisi kursi di sebelah saya, saya lega. Stasiun selanjutnya adalah stasiun Sidoarjo.

Di stasiun Sidoarjo, ada banyak penumpang yang naik dari stasiun ini karena stasiun ini dekat dengan bandara Juanda (jadi orang yang ingin melanjutkan perjalanannya ke daerah timur Jawa Timur dengan kereta api setelah menggunakan pesawat biasanya naik dari stasiun ini). Ada beberapa orang yang mencari nomor kursinya di gerbong kereta saya, tapi tidak ada yang melirik nomor kursi saya, saya lega.

Akan tetapi tak lama setelah kereta bergerak maju, ada bapak-bapak gendut yang jalan tergopoh-gopoh melihat nomor kursi saya, lalu menjatuhkan pantatnya di kursi sebelah saya. Oh my God!! Saya meneriakkan kata itu di dalam hati. Saya agak sedikit kesal karena harapan saya tidak terpenuhi saat itu, namun yang lebih membuat saya kesal lagi plus ilfil adalah bapak-bapak ini bau mulutnya ampun dah… dan tahu bau mulutnya mengeluarkan aroma apa? Indomie goreng!! Saya langsung mual mencium bau tersebut! Ditambah lagi dengan kalau dia bernafas mengeluarkan bunyi seperti orang yang sedang ngorok halus. Walaupun bunyi nafasnya seperti orang yang ngorok halus, bagi saya yang namanya ngorok ya tetap saja ngorok! Saya paling tidak suka dengan bunyi tersebut! Pastinya saya sangat terganggu saat itu! Apalagi bau indomie goreng tidak hilang-hilang.

Harapan saya tidak dikabulkan saat itu, tapi saya masih berani berharap lagi. Saya berharap bapak-bapak ini tidak mengajak saya untuk mengobrol. Tapi harapan hanya tinggal harapan, ia mungkin termasuk orang yang ”sangat ramah”. Dia mengajak saya mengobrol. Saya menanggapi sekenanya saja. Sungguh saya sangat mual mencium bau indomie goreng keluar dari mulutnya. Tidak berhenti hanya disitu, dia mohon maaf pada saya untuk minum dan makan kue karena ia memutuskan untuk tidak puasa saat itu. Ia berkata bahwa ia telah melewati lebih dari seribu kilometer, menurutnya ia seorang musafir. Saya hanya bisa memalingkan muka menatap hektaran sawah yang terhampar diluar kaca jendela kereta api sambil tetap menahan mual dalam perut saya yang mungkin sebentar lagi akan berlanjut pada bunyi ”huek-huek”, tapi Alhamdulillah saya tidak mengeluarkan bunyi tersebut dari mulut saya. Sungguh cobaan berpuasa dihari itu…

Bapak-bapak tersebut menyebut dirinya sebagai seorang musafir. Memang benar ia telah melewati lebih dari seribu kilometer, tapi apakah masih pantas jika ia disebut sebagai seorang musafir jika seribu kilometer yang ia lalui hanya ditempuh dalam waktu satu jam menggunakan pesawat? Terlebih lagi ia hanya duduk diam di dalam pesawat, atau mungkin ia juga tertidur di dalam pesawat? Sungguh perjalanan yang sangat singkat bukan? Kalau memang pengen nggak puasa mah bilang nggak pengen puasa aja, jangan bawa-bawa musafir sebagai alasan!

Saya tidak mengerti apakah di jaman sekarang ini masihkah orang yang menempuh seribu kilometer dalam jangka waktu hanya satu jam (dan itupun tidak melelahkan) masih bisa dikatakan sebagai musafir sehingga diberi keringanan untuk tidak berpuasa?

Allah memang memberi keringanan bagi musafir untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan dan harus menggantinya di waktu lain. Hal penting yang perlu dibahas adalah definisi dari musafir itu sendiri. Definisi yang sesuai dengan perubahan zaman saat ini.

Pada zaman dahulu memang menjadi seorang musafir mungkin sangatlah berat. Kita harus berjalan atau berkuda melewati padang pasir atau padang rumput, atau hutan, atau whatever! Hal itu jelas membutuhkan tenaga ekstra dan wajar jika kita tidak berpuasa. Namun saat ini? Dengan pesawat, kita hanya membutuhkan waktu satu jam untuk menempuh lebih dari seribu kilometer! Mungkin akan lebih melelahkan jika kita beraktifitas seharian melakukan pekerjaan sehari-hari dibandingkan dengan harus menempuh ribuan kilometer hanya dengan duduk diam dan bahkan kita juga bisa tidur dalam perjalanan itu. Maka apakah masih pantas kita mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa?

Jember, 17 September 2009

Continue Reading

Asia | Cerita Traveling

Testimony from Korean Students

By on July 26, 2009

Dear my Vina, you have very beautiful mind, eyes and smile.
Do you know that?
I think you are the best pretty women in Indonesia to me!
Thank you for your kindness and always help me.
I’ll miss your smile and voice.
-Bogy-

I’m happy because of you and your friends
I think that Indonesia is beautiful country
Korea is beautiful too, so I want you to come to Korea
If you come to Korea I will welcome you
Thank you to give chance to wear your traditional clothes
You are so beautiful girl
-Jae Eun-

I was really happy to meet you
I think you are angel
Very kind, really pure smile and so on
I won’t forget you and I hope you too
-Eun B (Pipi)-

I think you are so good student
In Korean (Mo Bum Seng)
So good meaning in Korea
When we decided many things
You and your friend so kind
And when you come to Korea
Please contact me
I want to help you just like you in Indonesia
Thank you for your kindness
-Maro-

We’re spending happy time because of your help
You are so beautiful and kind
I’m really thanks for meeting you
You always help us and make me comfortable
If you come to Korea, I wanna guide to Seoul
So, if you have chance to come to Korea, contact me anytime
-Yumin-

You are so beautiful and kind of person
Thank you for helping me with doing yourself
We already know your services
Because of you, we learnt about Indonesia culture and nation
I’ll miss here and maybe in Korea, I’ll think often Indonesia
-Kimchi-

I think you are a fashion leader in Indonesia
You are beautiful and kind
I always thankful your kindness
Indonesia is very hot and greenly
I want to visit again in the future
I’ll miss you
-Shiny-

You are kind and beautiful girl
I think that durian ice cream that you give to me is so delicious
Vina is stylist number 1
I love you so much
I’m so happy to meet you in beautiful Indonesia
-Samsung-

Thank you for being kind to me and nice to all of us
I won’t forget forever about this moment, and hope you too
-Jjooo-

Thank you for your kindness
I know that we couldn’t do anything without you
All of us feel like me, thank you
I’ll miss you
-Eun Young-

Vina, thank you for joint us
I realized we can be a good friend even though we greew up in different place and different culture
I got a good impression of Indonesia and also Indonesian
It was a good experience and good memorable things in my life
If you have a chance to come to Korea, please contact me
I will miss you
-Mimi-

Beautiful Vina, thank you for being nice and kind to me
I like you and your fashion also
I hope we will meet again
-Ji-

I’m happy to meet you and spend time here
Thank you for your kindness
Especially, everyday you pick up us
And introduce about Indonesia
And it’s new experience to know Bogor’s child education and psychology
Looking around kindergarten is also new experience to me
So, I’m really thank you
I’ll never forget memories in here
-Sehee-

I was happy to spend time in IPB
I have to say too much…
But it is time to say good bye
I’m so sad
Anyway, thanks for your kindness
I won’t forget you and miss you
We are friends
-Hanny-

Continue Reading

Cerita Traveling | Eropa

See You in Europe…

By on June 19, 2009

See You in Europe, kalimat itu yang ada pada pintu keluar saat saya mengunjungi European Higher Education Fair (EHEF) 2009 di Jakarta. Saat itu yang terpikirkan oleh saya adalah saya pasti ke Eropa suatu saat nanti, entah itu untuk studi, urusan dinas ataupun hanya sekedar traveling.

Sungguh, 7 Mei 2009 merupakan tanggal yang tidak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya. Mengapa demikian? Salah satu mimpi saya jadi kenyataan! Saya memenuhi kalimat yang ada pada pintu keluar EHEF 2009!

Suatu hal yang sangat luar biasa saat untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di daratan Eropa… saya tidak pernah menyangka jika saya bisa mewujudkan mimpi saya secepat ini… saya yakin saya pasti bisa ke Eropa, tapi saya tidak pernah menyangka sebelumnya jika akan secepat ini saya bisa sampai di Eropa…

Banyak sekali pengalaman berharga yang saya alami selama 12 hari di Eropa. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa ke Eropa. Banyak hal yang saya pelajari selama saya disana. Namun, saya tidak mau munafik jika 12 hari merupakan waktu yang sangat singkat untuk mengenal lebih dekat dengan Eropa, hingga saya bertekad untuk menggali lebih banyak tentang semua hal yang ada di Eropa. Saya harus kembali ke Eropa dan tinggal disana untuk jangka waktu yang lebih lama (tapi tentu tidak untuk selamanya). Seenak-enaknya di negeri orang, lebih enak di negeri sendiri bukan?

Anyway, hanya melalui izin dari Yang Maha Kuasa-lah mimpi saya jadi kenyataan dalam waktu yang diluar jangkauan pikiran saya. Terima kasih ya Allah… Engkau selalu memberi yang terbaik untuk hamba…

Continue Reading

Cerita Traveling | Eropa

Finally, menginjakkan kaki juga di Eropa

By on May 11, 2009

tanggal 6 mei saya akhirnya berangkat dari jakarta menuju jerman. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam by flight (belum termasuk transit 1 kali di singapura) akhirnya saya sampai juga di Frankfurt, Germany. saya sampai di jerman pukul 6 pagi (waktu jerman). saya benar-benar gak nyangka bisa menginjakkan kaki di Eropa…

sampai di frankfurt saya dijemput oleh teh mira dan mas heri. trus saya diantar ke wisma indonesia di frankfurt. di wisma indonesia kami, delegasi dari indonesia disambut dengan hangat oleh 2 orang indonesia yang sedang menempuh studi S1 dan S3 di Jerman. menyenangkan rasanya bertemu dengan orang indonesia di negeri orang dan saya merasa seperti di rumah sendiri.

hari pertama dan hari kedua saya di jerman saya habiskan untuk mengunjungi beberapa landmark di frankfurt + sungai rheine dan menyiapkan culture performance untuk international brunch at the iswi. sebenarnya saya sangat capek, tapi saya sangat menikmatinya dan Alhamdulillah kegiatan tersebut juga dapat mengusir jetlag.

satu hal yang membuat saya tidak terbiasa adalah di jerman matahari baru tenggelam jam 9 malam, so saya seringkali merasa pukul 8 malam di jerman seperti pukul 4 sore di indonesia. so, saya merasa waktu malam hari sangat cepat.

hari ketiga saya di jerman saya berangkat menuju Ilmenau untuk mengikuti ISWI 2009. dari frankfurt ke Ilmenau saya naik kereta dan saya harus berganti kereta sampai 4 kali karena kereta yang saya tumpangi bukan kereta ekspres, so capek bgt… mana bawaan juga banyak bgt lagi… kebayang dong 4 kali harus naik turun kereta, mana kalo antara 1 kereta dengan kereta yang berikutnya beda jalur,, kan harus pake jembatan bawah tanah n it means,, aku harus naik turun tangga dengan membawa koper n tas punggug yang beratnya minta ampun dah!

akhirnya saya sampai juga di ilmenau, tepatnya di universitas teknologi ilmenau lalu saya dapet host mahasiswi ilmenau. dia baik, n selama saya tinggal di flat-nya dia tinggal di flat pacarnya cz dia cuman punya satu bed. hal yang serupa juga dilakukan oleh host lain (dapet dari cerita temen2 partisipant lain).

trus tadi (10 mei 2009), ada acara international bruch, acara itu intinya adalah culture exchange n food exchange. di acara tersebut delegasi dari indonesia berhasil menampilkan 2 macam kesenian tradisional dari indonesia (tari saman, angklung dan mapag sunda) dan menyuguhkan beberapa makanan ringan khas indonesia, and everyone enjoy it.

yes, that´s all my experience in germany from 7-10 may 2009. another experience I´ll also share for u soon.

oh ya satu lagi,, saya merasa kulit muka saya selama di jerman jadi lebih halus,, trus saya disini mandi 2 hari sekali karena disini dingin bgt n saya gak pernah keringetan. mataharinya hangat tap gak bikin keringetan trus kalo misalnya ada angin, anginnya tuh dingin n seger bgt…so, sejak saya sampai di jerman hingga sekarang saya tidak pernah merasakan yang namanya keringetan n mungkin itu juga yang membuat kulit saya lebih halus disini… hohoho

Ilmenau-Germany, 11 Mei 2009

~Okvina Nur Alvita

Continue Reading

Cerita Traveling | Eropa

Germany??one of my dreams will come true…

By on May 5, 2009

gak kerasa,, besok udah mau berangkat ke jerman… perasaan saya saat ini??? gak bisa dijelaskan dengan kata-kata!! antara merasa amazing, bahagia, bingung, capek,,, campur aduk jadi satu deh…

Saya hanya ingin mengucapkan syukur yang sebanyak-banyaknya pada Allah karena telah mengabulkan salah satu doa dan permintaan saya… dari dulu saya memang telah memimpikan eropa… dan lusa saya akan menginjakkan kaki saya didaratan Eropa…

Alhamdulillah ya Allah… Engkau menjawab doa dan usaha saya selama ini… Engkau selalu tahu yang saya inginkan dan selalu memberikan yang terbaik untuk saya…

*note: saya benar-benar terharu sampai hampir menitikkan air mata saat mengetik postingan ini…

Continue Reading

Cerita Traveling | Eropa

Finally,, selesai juga ngurus Visa

By on April 17, 2009
Contoh Visa Schengen dari http://www.shengen-visa.ru/i/rek/germany-visabig.jpg

Fiuuuhh,, setelah bebera hari ini ngurus kelengkapan untuk apply visa,, akhirnya kemaren selesai juga aplikasi visa saya…

lega bgt,, satu step udah terlewati.

awalnya saya sempat deg-degan karena pengalaman teman2 yang sudah apply visa sebelumnya, prosesnya menurut mereka agar ketat,, karena Jerman emang strict bgt untuk memberikan ijin bagi WNI yang akan berkunjung ke negaranya. tapi yang saya alami kemarin sungguh beda dengan cerita dari teman2 saya yang lain.

saat pengecekan berkas di bawah,,lancar2 aja bahkan ibu2 yang ngecek bilang ngapainkamu beli travel insurance lagi kan udah ada dari panitia. trus saya bilang aja,, travel insurance dari panitia cuma saat saya disana aja n tidak termasuk travel insurance dipesawat. trus kata ibunya,, sebenernya nggak perlu. dari panitia aja udah cukup. nah lho???

trus saat pengecekan ulang berkas2 untuk kedua kalinya,, saya malah nggak ditanya macem2, tinggal bayar aja,, malahsaya yang nanya macem2 ma petugasnya. secara petugasyang ngelayani waktu pengecekan berkas kedua kali adalah ibu2yang sebelumnya ngecek berkas saya waktu pengecekan pertama… hya… lagi hoki… hehehe… 🙂

sekarang saya tinggal nunggu tanggal 27 apakah visa saya diterima atau ditolak oleh kedutaan Jerman. wish all the best for me… Amien…

Continue Reading