Ladies Traveler

Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia


May 20, 2013

Hati-Hati dengan Web Booking Hotel Online

Saat ini traveling jadi makin mudah dengan adanya beberapa web yang menyediakan jasa booking hotel online. Seringkali harga yang ditawarkan jauh di bawah harga jika kita booking langsung ke hotelnya. Sistem ini yang disebut sistem voucher hotel. Oleh sebab itu, ada baiknya para traveler hunting voucher hotel di beberapa web untuk membandingkan harga supaya memperoleh hotel yang sesuai keinginan dengan harga terbaik.

Ada beberapa web booking hotel online yang saat ini merajai dunia maya. Ambil contoh Agoda. Saya rasa Agoda sudah bukan hal asing lagi di telinga orang yang selalu online, khususnya para traveler. Saya juga sempat beberapa kali menggunakan jasa Agoda baik untuk keperluan pribadi ataupun menunjang pekerjaan saya.

Anyway, Agoda di satu sisi memang memudahkan dan membantu para traveler dalam merancang liburannya. Namun ada beberapa hal yang patut diwaspadai oleh traveler kalau booking hotel melalui web ini karena saya dan beberapa orang lain pernah merasakan “jebakan batman”nya Agoda.

Breakfast
Kasus sarapan ini saya alami saat saya booking Novotel Coralia-Lombok. Saya booking hotel ini semalam sebelum saya menginap. Karena tergiur dengan diskon yang cukup besar (di bawah harga kontrak saya sendiri dengan hotel ini), saya suami saya langsung saja booking hotel Novotel Coralia Lombok melalui Agoda tanpa ba bi bu lagi dan secara otomatis kartu kredit kami kena charge sesuai harga total yang tercantum di akhir. Saking buru-burunya booking, kami jadi kurang teliti. Ternyata harga promo tersebut tanpa breakfast! Jadilah kami kelaparan pagi harinya karena mengingat hotel ini jauh dari mana-mana. Kalau dihitung-hitung, jika dengan breakfast kontrak saya lebih murah dibanding harga yang dipasang Agoda.

Jebakan batman yang dipasang oleh Agoda di bagian ini adalah, di halaman pertama jika harga hotelnya sudah termasuk breakfast maka Agoda akan menulis “breakfast include. Namun harga tidak termasukmakan pagi, maka tidak ada tulisan apapun di halaman pertamanya. So, lebih teliti ya traveler kalau booking hotel lewat Agoda.

Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)

Hotel Sudah Tutup
Pengalaman buruk lain dengan Agoda bukan saya yang mengalaminya, tapi temannya teman saya. Saya tahu cerita ini dari twitter. Jadi temannya teman saya itu update status di twitter yang di-RT sama teman saya. Semalam sebelum check in hotel dia baru booking hotel melalui Agoda. Tapi saat mau check in di hotel dia hanya bisa melongo karena hotel yang dipesannya semalam ternyata sudah tutup 10 hari yang lalu. Kasihan banget ya…

Inilah kelemahan web booking hotel online yang benar-benar online. Tidak ada customer servicenya yang online dengan pihak hotel jadi tidak update kalau hotel yang bersangkutan ternyata sudah tidak beroperasi lagi.

Customer Service
Kalau untuk urusan customer service, dengan sangat menyesal saya harus kasih angka NOL pada Agoda. Nol disini berarti yang terjelek ya. Karena customer service Agoda tidak jelas keberadaannya dimana dan seringnya tamu komplain ke web booking hotel online lain untuk bookingannya pada Agoda. Ini artinya Agoda tidak menyiapkan staff customer care untuk webnya. Padahal menurut saya, kalau jualan jasa, customer service adalah staff paling penting harus ada untuk menerima keluhan dari customer.

Tax and Service
Tax and service, pajak dan pelayanan. Harga yang tercantum di halaman pertama Agoda bukan harga nett, ada plus-plus tax and service yang akan dibebankan pada customer yang akan tercantum di halaman berikutnya. Kalau dulu sistem Agoda di halaman berikutnya akan memunculkan jumlah tax and service yang harus dibayarkan, namun sekarang angka tersebut dihilangkan dan hanya ada tulisan kecil-kecil warna abu-abu tipis yang isinya tax and service belum termasuk. Nah, ini dia yang benar-benar jebakan batman yang dipasang oleh Agoda. Customer yang tidak teliti akan terjebak pada pemikiran bahwa harga yang akan dibebankan pada kartu kredit mereka adalah yang tercantum di web tersebut. Padahal masih ada tambahan service 10% dan tax 10% yang juga akan dibebankan pada kartu kredit customer. Hhhmmm, kalau sudah sampai sini bisa dikatakan penipuan nggak sih travelers??? So, harus teliti ya…

"Jebakan Batman" Agoda di Tax & Service

“Jebakan Batman” Agoda di Tax & Service (taken at May, 6th 2013)

Ambigu
Ambigu atau membingungkan. Tidak terjadi pada situs Agoda, tapi pada situs booking hotel online yang lain yaitu bookpanorama. Situs ini merupakan situs booking hotel online baru milik Panorama Travel yang brand ambassadornya Sandra Dewi. Saya bilang ambigu karena slogan mereka “Booking Sekarang, Bayar Belakangan”. Memang benar saat, kita booking dan harus memasukkan kartu kredit tidak akan ada charge apapun di kartu kredit kita dan customer baru akan bayar saat check in hotel. Nah, di pikiran saya kalau saya booking sekarang dan akhirnya saya cancel bookingannya, berarti nggak bakalan kena charge dong seharusnya kartu kredit kita. Tapi ternyata tidak. Jadi ataupun tidak jadi kita menginap di hotel yang telah kita booking melalui bookpanorama, kartu kredit kita pasti akan kena charge. So, apa bedanya??? Membingungkan kan slogannya…

Ambigunya bookpanorama :)

Ambigunya bookpanorama :)

Hhhmmm… Banyak sekali web booking hotel online yang saat ini bertebaran di dunia maya. Ujung-ujungnya kita sebagai customer yang harus waspada, teliti dan hati-hati supaya tidak terjerat pada jebakan batman yang mereka pasang. So, pesan saya be a smart traveler is a must 🙂

11 thoughts on “Hati-Hati dengan Web Booking Hotel Online

  1. keke naima says:

    terima kasih byk buat infonya. Sy blm pernah coba, sih. Tp sempet terpikir utk mencoba krn kalo lihat harga yg ditawarkan, kok, menggiurkan semua 🙂

  2. Bhongky says:

    Apa itu Backpaker ??? jujur saya benar-benar ga paham sama istilah itu. Jaman saya SMP & SMA bahkan dari SD Sampai Kuliah ( wakakak walau saya hanya kuliah 2 tahun karena ngerasa sudah lebih pintar dari dosen ) sama sekali saya ga pernah dengar sama istilah itu.
    Saat itu yang saya tau hanya jalan, bawa ransel, numpang truk atau kendaraan apa aja. Bahkan kadang kereta api barang ( yang rajin berhenti ditiap stasiun ). Menginap di mesjid atau musola ( saat itu tempat ibadah ramah pada kami yang suka bertualang, mereka ga pernah perduli apa latar belakang kepercayaan kami. ) Atau kalau kepepet terminal atau stasiun pun jadi. Tempat favorit saya diatas got, karena hawa dari bawah bisa bikin hangat. Bertualang atau avonturir itu istilah yang saya dapat dari majalah hai yang ada cerita bersambung Balada Si Roy karangan Gol A Gong …
    Sekarang muncul istilah Backpaker, karena kebetulan saya kerja di Harga Hotel sering kali saya dapat istilah itu, minta hotel yang buat Backpaker atau minta paket wisata budget Backpaker.
    Sampai saya pusing … Apa Backpaker itu artinya, “MURAH” ? Jadi hotel Backpaker = hotel yang murah. Paket Wisata Backpaker = Paket wisata yang murah. ???
    tapi ada yang bilang Backpaker itu mereka yang merencanakan perjalanan sendiri, ga pakai jasa dari biro perjalanan.
    Terus kalau jawaban terakhir paling benar buat apa tanya ke biro perjalanan?

    maaf kalau ada yang salah, saya cuma Newbie … ga paham bahasa bule atau bahasa gaul.

    1. Rika says:

      Numpang ikut komentar ya mba bongky…
      Kalau menurut saya…mungkin kurang lebihnya backpacker itu sama dengan avonturir. Istilah backpacker adalah perumpamaan untuk traveller yang bepergian dengan “menggondol” ransel (backpack). Selama ini kan ada pembedaan “kasta” antara traveller yang membawa ransel dan koper. Kalau yang bawa koper biasanya ingin liburan dengan fasilitas serba nyaman dan komplit. Pendeknya ga mau susah. Sedangkan si ransel lebih ingin menikmati petualangan selama perjalanan dan
      ga terlalu peduli dengan kenyamanan fasilitas. Semakin minim fasilitas, semakin banyak pengalaman yang didapatkan. Seringkali para backpacker beransel ria karena memang budget yang terbatas, atau sebenarnya mereka memiliki cukup uang tetapi memilih berlibur ala backpacker untuk menikmati petualangan.

  3. wieky says:

    pengalaman saya hampir sama,
    1. adanya biaya tambahan sebesar 20%, disamping harga yg muncul di halaman awal.
    2. ketika pesan di novotel mangga 2 ternyata tidak termasuk makan pagi.
    3. harus masuk sesudah siang, saya lupa apakah jam 12 atau jam 2. padahal saya bookingnya sudah dr sekitar jam 7l
    4. ketika saya booking hotel losari (depan plaza blok m), ternyata sudah penuh, dan saya ditransfer ke losari yang di samping terminal bus. untungnya saya memang dari awal nyasar di sana sejak turun bus. dan ternyata losari yg saya booking sdh penuh. dan akhirnya di losari M2 akhirnya nginap, krn msh ada kamar.
    5. ketika di win hotel dekat plaza blok m.ternyata tarif agoda jauh lebih mahal dibandingkan tarif asli hotel, sekitar 90rb an lbh mahal.
    6. hari senin ketika booking di melawai hotel, saya booking 2 kama. selasanya saya ke jakarta ternyata ketika saya konfirmasi via tepon, hotel sdh penuh dan mereka gak pernah menerima voucher agoda. akhirnya saya teponin semua hotel, ternyata penuh semua..terpaksa saya nginap di hotel ambhara yg mumpung msh ada kamar, tapi mahal sekali buat saya.. pdhl saya sdh terima receipt dari agoda utk hotel melawai tsb.. artinya booking sdh konfirmasi.. tp kenapa kok penuh…

    saya hubungu agoda via web tidak ada balasan..
    via telpon susah juga..

    kantornya juga gak jeas di mana..

    yg jelas uang saya utk hotel melawai 2 kamar, udah ilang.. tp saya blm konfirmasi ke bank nya..

    hati2lah dengan agoda..

    demi tuhaannnn…
    saya tidak bohong…

  4. makasi byk loh infonya.. bisa buat bahan pertimbangan cuti nanti.

  5. Muhammad Iqbal says:

    Mau sharing aja… Saya blm pernah nyoba Agoda, krn dari cara penggunaan/administrasinya agak ribet.. Saya sering menggunakan jasa http://www.booking.com Alhamdulillah gak ada masalah sama sekali. Saya sdh coba ketika ke Bangkok, Pattaya & Phuket.. Skrg (agustus 2013 ini) coba utk ke Bali.. Alhamdulillah, oke juga…

  6. dolorosa says:

    yup, mesti hatihati ketika pesan kamar via online. sblm pesan coba cek komentar traveller lain yg pakai hotel itu. baca komentar2 yg pemesanannya dlm wkt dekat. cek juga komentar2 di search engine dg memasukkan nama penginapan. ini cukup ampuh untuk menyaring penginapan yg kita inginkan, terutama penginapan di luar negeri.

  7. juni says:

    betul sekali, AGODA tidak menjamin kita dapat hotel sesuai pesanan, tgl 9 agustus 2013 kami sekeluarga 7 orang dgn 1 bayi memesan 3 kamar hotel di KL Malaysia di Replica Inn Bukit Bintang dgn staus OK dan telah di charge pada Kartu Kredit, sesampainy di KL ternyata kamar sudah penuh, dan kami diusulkan ambil replica inn di china town, dengan kondisi sangat buruk. dan sempat menginap 1 malam, akhirnya malam berikutnya kami pindah ke hotel Chorus di sekitar Petronas Tower. TERNYATA “AGODA” TIDAK MENJAMIN ANDA MENDAPATKAN KAMAR, dan kami sangat sangat kecewa

  8. novi says:

    Wah saya kira asli kasus penipuan. Ternyata customer nys toh yang gak teliti. Sebab saya pakai agoda sudah lama tidak ada problem sama sekali. Sebab semua nya tercantum. Begitupun dengan bookpanorama.com.. ada beberapa hotel yang memang tidak bisa cancel dan bayar dihari yang sama kita booking. Semua ketentuan nya ada. Sebaiknya jika ragu, Anda bisa telepon ke CS nya. Jangan main beli beli.. udah gak teliti malah nuduh nuduh. Malu dong..

  9. endah says:

    saya pernah ngalamin jg.

    waktu itu mau booking kamar hotel untuk ade yg mau ujian didaerah bandung.
    sudah booking dan sudah dapat, sampai sana infonya kamarnya penuh dan ga bs menginap.
    pihak hotel minta supaya kt hubungi agoda.
    cm wkt itu pas sy cek trnyata agoda diindonesia tdk ada kantor representativenya.
    sy complen via email jg no respond at all.

    lumayan padahal untuk 2 malam

    jd, ga berani lg pakai agoda.

  10. Key says:

    Saya pernah memesan di agoda untuk backpaker, harga di awal 300rb sudah include tax 10% dan service 10%, waktu bayar ternyata ada biaya lain lagi jadi total 400an semalam.

    Saya pilih agoda karena harganya paling murah diantara situs lain, tapi di akhir jatuhnya jadi sama saja.

    Dan besoknya saya cek situs agoda harga jadi 300rb (termasuk biaya jebakannya), jadi membingungkan, bukannya mendekati hari H harga seharusnya lebih mahal ya?

    Tapi saya tetap memilih agoda karena bisa baca review hotel yang berjibun, agar tidak salah pilih.

    Masalah breakfast saya tidak terlalu perduli karena di kisaran harga hotel yang saya minat, sarapannya paling nasi goreng polos dan rasanya hambar. Jadi saya lebih suka makan diluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *