<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ladies Traveler</title>
	<atom:link href="http://ladiestraveler.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ladiestraveler.com</link>
	<description>Perempuan Juga Bisa Keliling Dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 May 2013 08:04:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Hati-Hati dengan Web Booking Hotel Online</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/hati-hati-dengan-web-booking-hotel-online/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/hati-hati-dengan-web-booking-hotel-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 08:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[Agoda]]></category>
		<category><![CDATA[booking hotel online]]></category>
		<category><![CDATA[bookpanorama]]></category>
		<category><![CDATA[online booking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini traveling jadi makin mudah dengan adanya beberapa web yang menyediakan jasa booking hotel online. Seringkali harga yang ditawarkan jauh di bawah harga jika kita booking langsung ke hotelnya. Sistem ini yang disebut sistem voucher hotel. Oleh sebab itu, &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/hati-hati-dengan-web-booking-hotel-online/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini traveling jadi makin mudah dengan adanya beberapa web yang menyediakan jasa booking hotel online. Seringkali harga yang ditawarkan jauh di bawah harga jika kita booking langsung ke hotelnya. Sistem ini yang disebut sistem voucher hotel. Oleh sebab itu, ada baiknya para traveler hunting voucher hotel di beberapa web untuk membandingkan harga supaya memperoleh hotel yang sesuai keinginan dengan harga terbaik.</p>
<p>Ada beberapa web booking hotel online yang saat ini merajai dunia maya. Ambil contoh Agoda. Saya rasa Agoda sudah bukan hal asing lagi di telinga orang yang selalu online, khususnya para traveler. Saya juga sempat beberapa kali menggunakan jasa Agoda baik untuk keperluan pribadi ataupun menunjang pekerjaan saya.</p>
<p>Anyway, Agoda di satu sisi memang memudahkan dan membantu para traveler dalam merancang liburannya. Namun ada beberapa hal yang patut diwaspadai oleh traveler kalau booking hotel melalui web ini karena saya dan beberapa orang lain pernah merasakan &#8220;jebakan batman&#8221;nya Agoda.</p>
<p><strong>Breakfast</strong><br />
Kasus sarapan ini saya alami saat saya booking Novotel Coralia-Lombok. Saya booking hotel ini semalam sebelum saya menginap. Karena tergiur dengan diskon yang cukup besar (di bawah harga kontrak saya sendiri dengan hotel ini), saya suami saya langsung saja booking hotel Novotel Coralia Lombok melalui Agoda tanpa ba bi bu lagi dan secara otomatis kartu kredit kami kena charge sesuai harga total yang tercantum di akhir. Saking buru-burunya booking, kami jadi kurang teliti. Ternyata harga promo tersebut tanpa breakfast! Jadilah kami kelaparan pagi harinya karena mengingat hotel ini jauh dari mana-mana. Kalau dihitung-hitung, jika dengan breakfast kontrak saya lebih murah dibanding harga yang dipasang Agoda.</p>
<p>Jebakan batman yang dipasang oleh Agoda di bagian ini adalah, di halaman pertama jika harga hotelnya sudah termasuk breakfast maka Agoda akan menulis &#8220;breakfast include. Namun harga tidak termasukmakan pagi, maka tidak ada tulisan apapun di halaman pertamanya. So, lebih teliti ya traveler kalau booking hotel lewat Agoda.</p>
<div id="attachment_621" class="wp-caption aligncenter" style="width: 727px"><a href="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda-Tanpa-Breakfast2.jpg"><img class=" wp-image-621 " alt="Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda-Tanpa-Breakfast2.jpg" width="717" height="367" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Agoda Tanpa Breakfast (taken at May, 6th 2013)</p></div>
<div id="attachment_622" class="wp-caption aligncenter" style="width: 727px"><a href="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda-Dengan-Breakfast.jpg"><img class=" wp-image-622 " alt="Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda-Dengan-Breakfast.jpg" width="717" height="368" /></a><p class="wp-caption-text">Tampilan Agoda Dengan Breakfast (taken at May, 6th 2013)</p></div>
<p><strong>Hotel Sudah Tutup</strong><br />
Pengalaman buruk lain dengan Agoda bukan saya yang mengalaminya, tapi temannya teman saya. Saya tahu cerita ini dari twitter. Jadi temannya teman saya itu update status di twitter yang di-RT sama teman saya. Semalam sebelum check in hotel dia baru booking hotel melalui Agoda. Tapi saat mau check in di hotel dia hanya bisa melongo karena hotel yang dipesannya semalam ternyata sudah tutup 10 hari yang lalu. Kasihan banget ya&#8230;</p>
<p>Inilah kelemahan web booking hotel online yang benar-benar online. Tidak ada customer servicenya yang online dengan pihak hotel jadi tidak update kalau hotel yang bersangkutan ternyata sudah tidak beroperasi lagi.</p>
<p><strong>Customer Service</strong><br />
Kalau untuk urusan customer service, dengan sangat menyesal saya harus kasih angka NOL pada Agoda. Nol disini berarti yang terjelek ya. Karena customer service Agoda tidak jelas keberadaannya dimana dan seringnya tamu komplain ke web booking hotel online lain untuk bookingannya pada Agoda. Ini artinya Agoda tidak menyiapkan staff customer care untuk webnya. Padahal menurut saya, kalau jualan jasa, customer service adalah staff paling penting harus ada untuk menerima keluhan dari customer.</p>
<p><strong>Tax and Service</strong><br />
Tax and service, pajak dan pelayanan. Harga yang tercantum di halaman pertama Agoda bukan harga nett, ada plus-plus tax and service yang akan dibebankan pada customer yang akan tercantum di halaman berikutnya. Kalau dulu sistem Agoda di halaman berikutnya akan memunculkan jumlah tax and service yang harus dibayarkan, namun sekarang angka tersebut dihilangkan dan hanya ada tulisan kecil-kecil warna abu-abu tipis yang isinya tax and service belum termasuk. Nah, ini dia yang benar-benar jebakan batman yang dipasang oleh Agoda. Customer yang tidak teliti akan terjebak pada pemikiran bahwa harga yang akan dibebankan pada kartu kredit mereka adalah yang tercantum di web tersebut. Padahal masih ada tambahan service 10% dan tax 10% yang juga akan dibebankan pada kartu kredit customer. Hhhmmm, kalau sudah sampai sini bisa dikatakan penipuan nggak sih travelers??? So, harus teliti ya&#8230;</p>
<div id="attachment_623" class="wp-caption aligncenter" style="width: 727px"><a href="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda.jpg"><img class=" wp-image-623 " alt="&quot;Jebakan Batman&quot; Agoda di Tax &amp; Service" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/Agoda.jpg" width="717" height="354" /></a><p class="wp-caption-text">&#8220;Jebakan Batman&#8221; Agoda di Tax &amp; Service (taken at May, 6th 2013)</p></div>
<p><strong>Ambigu</strong><br />
Ambigu atau membingungkan. Tidak terjadi pada situs Agoda, tapi pada situs booking hotel online yang lain yaitu bookpanorama. Situs ini merupakan situs booking hotel online baru milik Panorama Travel yang brand ambassadornya Sandra Dewi. Saya bilang ambigu karena slogan mereka &#8220;Booking Sekarang, Bayar Belakangan&#8221;. Memang benar saat, kita booking dan harus memasukkan kartu kredit tidak akan ada charge apapun di kartu kredit kita dan customer baru akan bayar saat check in hotel. Nah, di pikiran saya kalau saya booking sekarang dan akhirnya saya cancel bookingannya, berarti nggak bakalan kena charge dong seharusnya kartu kredit kita. Tapi ternyata tidak. Jadi ataupun tidak jadi kita menginap di hotel yang telah kita booking melalui bookpanorama, kartu kredit kita pasti akan kena charge. So, apa bedanya??? Membingungkan kan slogannya&#8230;</p>
<div id="attachment_624" class="wp-caption aligncenter" style="width: 727px"><a href="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/bookpanorama.jpg"><img class=" wp-image-624 " alt="Ambigunya bookpanorama :)" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/05/bookpanorama.jpg" width="717" height="354" /></a><p class="wp-caption-text">Ambigunya bookpanorama <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p></div>
<p>Hhhmmm&#8230; Banyak sekali web booking hotel online yang saat ini bertebaran di dunia maya. Ujung-ujungnya kita sebagai customer yang harus waspada, teliti dan hati-hati supaya tidak terjerat pada jebakan batman yang mereka pasang. So, pesan saya be a smart traveler is a must <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/hati-hati-dengan-web-booking-hotel-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pedasnya&#8221; Nasi Pedas Ibu Andika</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/pedasnya-nasi-pedas-ibu-andika/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/pedasnya-nasi-pedas-ibu-andika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2013 11:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran halal di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[tempat makan halal di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[tempat makan halal di Kuta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para traveler, terutama yang muslim, makanan halal mutlak dibutuhkan ketika sedang jalan-jalan ke suatu daerah. Kebetulan saya saat ini mengelola usaha trip organizer yang kantor utamanya di Bali. Beberapa tamu saya banyak yang ketakutan akan makanan atau restoran halal &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/pedasnya-nasi-pedas-ibu-andika/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para traveler, terutama yang muslim, <em>makanan halal</em> mutlak dibutuhkan ketika sedang jalan-jalan ke suatu daerah. Kebetulan saya saat ini mengelola usaha trip organizer yang kantor utamanya di Bali. Beberapa tamu saya banyak yang ketakutan akan makanan atau <em>restoran halal</em> yang ada di Bali. Mereka selalu request supaya dibawa ke restoran halal saja. Nah, untuk memenuhi permintaan customer tersebut, <del>saya</del>, staf saya biasanya membawa mereka ke restoran yang sudah pasti ownernya orang muslim.</p>
<p>Salah satu tempat makan di Bali yang ownernya orang muslim adalah warung <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em>. Tempat makan yang satu ini lokasinya ada di 2 tempat, tetapi masih sama-sama di area Kuta-Bali. Yang satu berlokasi di Jl.Raya Kuta, tepat di depan Joger (<em>pusat penjualan kaos khas Bali</em>) dan yang satunya lagi berlokasi di Jl. Patih Jelantik-Kuta, di deretan ruko di depan <em>hotel Everyday-Kuta</em>.</p>
<p>Apa yang spesial dari warung <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em>? Dari judulnya udah kelihatan kan, nasi pedas, pasti nasinya pedas. Eits, jangan salah&#8230; walaupun judulnya nasi pedas, tapi nasinya tetap nasi biasa kok. Sama seperti nasi putih yang biasa kita makan sehari-hari. Dijuluki nasi pedas karena lauknya sebagian besar pedas. Walopun nggak sampai bikin &#8220;ngos-ngosan&#8221; pas waktu makan, tapi pedasnya cukup bikin mata saya berair saat menyantap menu yang ada disana.</p>
<div id="attachment_604" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/pedasnya-nasi-pedas-ibu-andika/img-20130114-00297/" rel="attachment wp-att-604"><img class="size-medium wp-image-604 " title="Nasi Putih, Sayur Daun Singkong, Kulit Ayam" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2013/01/IMG-20130114-00297-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Menu Favorit Saya di Nasi Pedas Ibu Andika: Nasi Putih, Sayur Daun Singkong, Kulit Ayam</p></div>
<p>Konsep dari warung <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em> ini sebenarnya nggak jauh-jauh dari warteg. Beragam jenis lauk dipajang di depan warung dan tamu bebas mau memilih lauk yang mana.</p>
<p>Kalau favorit saya biasanya sayur daun singkong dan kulit ayam. Sayur daun singkong dibumbu lodeh. Kalau kulit ayamnya digoreng kering lalu dicampur dengan bumbu&#8230;aduh, saya nggak tahu apa namanya, yang pasti rasanya manis, gurih, sedikit pedas dan yang bikin saya ketagihan adalah &#8220;kriuk&#8221; renyahnya itu lho&#8230; Hhmmm&#8230; Mak nyus deh!</p>
<p>Kalau soal harga, sama seperti warteg pada umumnya, semakin banyak lauk yang kita ambil maka semakin mahal kita harus membayar. Menurut saya harga di warung <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em> ini masih dalam taraf wajar. Menu yang biasa saya makan, nasi putih + sayur daun singkong + kulit ayam, biasanya Rp.10.000 aja. Tapi harga tersebut jangan dijadikan patokan ya karena kadang saya kesana dan ambil menu yang sama, saya harus membayar Rp.13.000. Soal harga di Nasi Pedas Ibu Andika ini suka-suka pelayan yang melani kita mau kasih harga berapa. Moga-moga aja pas traveler kesana dapet pelayan yang baik, jadi dikasih harga murah.</p>
<p>Saya doyan dengan masakan yang ada di warung <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em> terutama kulit ayamnya dan begitu juga dengan tamu yang lainnya. Makanya nggak heran kalau pas jam-jam makan, antrian di Nasi Pedas Ibu Andika udah seperti &#8220;ular manusia&#8221;. Hehehe&#8230;</p>
<p>Anyway, walaupun masakan <em>Nasi Pedas Ibu Andika</em> bikin saya ketagihan, ada yang saya tidak suka dari warung ini. Pelayannya. Pelayannya nggak ramah dan (menurut saya) agak kurang terdidik. Pelayannya nggak tahu bagaimana harus melayani tamu dengan baik. Pernah suatu kali pas makan kesana, suami saya dan teman-temannya sampai hampir ribut gara-gara pelayan yang sok dan ngebetein customernya. Jadi buat para traveler yang nanti mau makan disana, sabar-sabar aja sama pelayannnya ya&#8230; <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/pedasnya-nasi-pedas-ibu-andika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Real Naughty Warung in Bali</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2012 07:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Nughty Nuri's]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran di Ubud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Ubud, tempat yang paling saya suka di Bali. Saya suka Ubud karena suasananya yang adem, sejuk, tenang dan bisa bikin hati jadi merasa lebih damai. Anyway, dibalik suasana Ubud yang adem ayem itu ada satu restoran (atau lebih tepatnya warung) &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ubud, tempat yang paling saya suka di Bali. Saya suka Ubud karena suasananya yang adem, sejuk, tenang dan bisa bikin hati jadi merasa lebih damai.</p>
<p>Anyway, dibalik suasana Ubud yang adem ayem itu ada satu restoran (atau lebih tepatnya warung) di Ubud yang cukup menarik perhatian wisatawan yang sedang berkunjung kesana, dan umumnya wisatawan asing. Mengapa demikian? Katanya sih, banyak artis Hollywood yang udah pernah makan disitu, seperti Julia Roberts, Tom Cruise ataupun pesepakbola terkenal dari Inggris, David Beckham.</p>
<div id="attachment_594" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/img01432-20120519-1523/" rel="attachment wp-att-594"><img class="size-medium wp-image-594" title="Naughty Nuri's Warung" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/12/IMG01432-20120519-1523-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Naughty Nuri&#8217;s Warung</p></div>
<p>Pemiliknya memberi nama restoran ini Naughty Nuri&#8217;s Warung. Alasan diberi nama itu saya nggak tahu pasti. Konsep Naughty Nuri&#8217;s seperti warung-warung di Amerika (Belum pernah kesana sih, tapi ngeliat dari film-film Hollywood), tempatnya ga terlalu luas (bahkan terkesan sumpek) dan dindingnya dipenuhi pajangan-pajangan berupa foto yang dibingkai, poster yang dibingkai, dll. Karena tempat duduknya terbatas, setiap kali saya kesana kalo nggak ngantri dulu, rebutan tempat duduk sama tamu yang lain. Bisa kebayang kan gimana rame dan terkenalnya warung ini. Ya, walaupun tempatnya jelek, sempit, sumpek, tetap aja nggak ada berhentinya yang datang kesana. Satu hal yang pasti, kalau makan di Naughty Nuri&#8217;s saya berasa lagi makan di resto-resto negara barat sana karena konsep restorannya yang mirip warung di Amerika dan tamunya juga sebagian besar bule.</p>
<p>Menu utama di Naughty Nuri&#8217;s adalah pork ribs, potongan iga babi BBQ. Satu porsi pork ribs harganya Rp.75.000. Mahal nggak? Kalau menurut saya sih nggak mahal karena potongan pork ribs di Naughty Nuri&#8217;s gede banget. Kalau untuk ukuran orang Indonesia, satu porsi pork ribs cukup mengenyangkan dua perut orang yang sedang kelaparan. Dari segi rasa, saya nggak bisa kasih komentar di pork ribs karena saya belum pernah makan. Maklum lah, menurut ajaran yang saya dan suami saya anut (walaupun kami berbeda keyakinan), babi termasuk haram. Jadi saya nggak pernah nyicipin barang sesuap pun pork ribs di Naughty Nuri&#8217;s. Tapi dari komentar orang lain yang pernah kami ajak kesana dan mereka makan pork ribs (beberapa diantaranya bule), katanya sih pork ribs-nya enak gila&#8230;</p>
<p>Anyway, menu favorit saya dan suami di Naughty Nuri&#8217;s adalah chicken BBQ. Dengan porsi yang juga besar (seringnya saya nggak habis satu porsi), kita nggak perlu rogoh kocek dalam-dalam, cukup Rp.25.000 saja per porsinya. Cukup masuk akal kan? Menu pendamping chicken bbq yang biasa saya order adalah mash potato. Kentang rebus yang ditumbuk dan dicampur dengan bumbu bawang putih plus sedikit garam ini rasanya gurih banget, serasi jika dinikmati dengan lezatnya chicken bbq. *mendadak jadi laper</p>
<div id="attachment_595" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/img01431-20120519-1502/" rel="attachment wp-att-595"><img class="size-medium wp-image-595" title="Chicken BBQ &amp; Mash Potato" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/12/IMG01431-20120519-1502-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Menu favorit saya di Naughty Nuri&#8217;s: Chicken BBQ dan Mash Potato</p></div>
<p>Ada banyak menu lain di Naughty Nuri&#8217;s, seperti nasi goreng, spaghetti, steak atau chicken satay. Tapi kalau menurut saya, menu yang lain tidak seenak BBQ-nya Naughty Nuri&#8217;s.</p>
<p>Kalau untuk minumannya, di Naughty Nuri&#8217;s menu minumannya nggak ada yang special, standard aja seperti es jeruk, beer, lemon squash, es teh, dan soft drink. Harga minumannya juga standard aja sih menurut saya. Nggak mahal-mahal amat, tapi juga nggak murah-murah amat untuk ukuran resto seperti ini. Satu gelas es jeruk harganya Rp.9.000. Masih wajar kan?</p>
<p>Buat traveler yang lagi traveling ke Ubud, nggak ada salahnya untuk nyobain menu yang ada di Naughty Nuri&#8217;s. Enak dan nggak bikin kantong kering-kering banget.</p>
<p>Oh iya, tapi jangan sampai ketipu ya. Naughty Nuri&#8217;s di Ubud ada 2, di lokasi yang berdekatan. Yang satu dikelola oleh bapaknya, seorang kakek-kakek bule tua. Yang satu lagi dikelola oleh anaknya. Saya lebih suka yang dikelola oleh bapaknya.</p>
<p>Ciri-ciri Naughty Nuri&#8217;s yang dikelola oleh bapaknya (biar ga salah masuk) adalah tempatnya lebih jelek, lebih sempit dan lebih sumpek tapi rasanya lebih enak. Ciri-ciri lain, Naughty Nuri&#8217;s yang dikelola kakek-kakek bule tua itu, di bagian depan warungnya ada satu meja tamu yang akan selalu ada tulisan &#8220;reserved&#8221;-nya. Seringnya meja tersebut dipakai oleh kakek pemilik Naughty Nuri&#8217;s untuk nongkrong sama temen-temennya sesama bule tua.</p>
<p>Okay, Bon Apetite <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/the-real-naughty-warung-in-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Kartu Kredit</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/pentingnya-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/pentingnya-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2012 03:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[credit card]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Saya dulu termasuk salah satu orang yang &#8220;anti&#8221; sama yang namanya kartu kredit. Saya selalu berpikiran kalau kartu kredit akan menjadikan saya orang yang konsumtif. Selain itu, dengan memiliki kartu kredit akan membuka peluang saya untuk memiliki utang yang pasti &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/pentingnya-kartu-kredit/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_590" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/pentingnya-kartu-kredit/credit-card/" rel="attachment wp-att-590"><img class="size-full wp-image-590" title="credit card" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/11/credit-card.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Credit Card (Image from: http://www.gobankingrates.com)</p></div>
<p>Saya dulu termasuk salah satu orang yang &#8220;anti&#8221; sama yang namanya <em>kartu kredit</em>. Saya selalu berpikiran kalau <em>kartu kredit</em> akan menjadikan saya orang yang konsumtif. Selain itu, dengan memiliki <em>kartu kredit</em> akan membuka peluang saya untuk memiliki utang yang pasti akan merepotkan saya di kemudian hari. Yang pasti, saya nggak mau pakai uang yang sebenarnya tidak milik saya saat ini.</p>
<p>Sejak doyan ngider kesana-kemari (baca: traveling) dan harus bergelut dengan dunia usaha di bidang perjalanan wisata maka mau nggak mau, saya harus memiliki kartu ajaib yang bagi sebagian orang bisa menyelesaikan masalahnya saat itu. Ya, saya harus memiliki <em>kartu kredit</em>. Memang sih <em>kartu kredit</em> tersebut bukan atas nama saya, tapi atas nama suami saya, tapi bukankah punya suami saya jadi punya saya juga? Alhasil, kami memiliki 2 <em>kartu kredit</em>, 1 <em>Mastercard</em> dan 1 lagi <em>Visa</em>.</p>
<p>Sejak punya <em>kartu kredit</em>, pandangan saya tentangnya jadi berubah. Yang awalnya negatif, berubah menjadi sedikit positif. Pastinya, <em>kartu kredit</em> itu sangat dibutuhkan kalau kita mau booking penginapan di beberapa web booking hotel / hostel di seluruh dunia. Dan untuk pembayaran transaksi di semua airline internasional juga harus pakai <em>credit card</em>.</p>
<p>Satu hal lagi, just in case kita kehabisan uang saat traveling, kita bisa pakai kartu kredit itu dulu untuk bertransaksi ini-itu. Daripada kita mati kelaparan atau malah ga bisa pulang, Ya kan?? Jadi kelihatan kan pentingnya yang namanya kartu kredit bagi kehidupan para traveler.</p>
<p>Tapi guys, yang harus diwaspadai kalau kita lagi traveling, trus tiba-tiba kita kecopetan (aduh jangan sampe deh ya&#8230;), jangan lupa untuk langsung blokir <em>kartu kredit</em> kita supaya tidak disalahgunakan oleh pihak yang nyopet barang kita tersebut.</p>
<p>Kartu kredit di satu sisi memberikan manfaat bagi kita si pecinta jalan-jalan. Asal jangan lupa aja untuk bayar tagihan bulanannya kalau sudah dipakai. <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/pentingnya-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Liburan Bareng Artis</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/dibalik-liburan-bareng-artis/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/dibalik-liburan-bareng-artis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2012 15:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jacqueline Sitorus]]></category>
		<category><![CDATA[liburan sama artis]]></category>
		<category><![CDATA[Marvina Sitorus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Akhir Mei tahun ini saya dan suami dapet tamu artis (lagi). Emang sih, salah satu artis yang jadi tamu kami itu udah langganan kalo lagi liburan ke Bali selalu pake jasa kami untuk arrange schedule-nya selama di Bali. Tapi empat &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/dibalik-liburan-bareng-artis/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_586" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/dibalik-liburan-bareng-artis/liburan-sama-artis/" rel="attachment wp-att-586"><img class="size-medium wp-image-586" title="liburan sama artis" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/07/liburan-sama-artis-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Liburan Sama Artis</p></div>
<p>Akhir Mei tahun ini saya dan suami dapet tamu artis (lagi). Emang sih, salah satu artis yang jadi tamu kami itu udah langganan kalo lagi liburan ke Bali selalu pake jasa kami untuk arrange schedule-nya selama di Bali. Tapi empat yang lainnya, baru pertama kali pake trip organizer kami.</p>
<p>Anyway, mereka ambil paket keliling Bali dari kami. Biar paket wisata untuk mereka lebih murah, suami saya minta pada mereka supaya saya dan anak kami (Jacqueline dan Avi) bisa ikut juga di tour keliling Bali tersebut (biar pembagi untuk transport lebih banyak jadi tour bisa lebih murah). Mereka mengiyakan permintaan suami saya. Jadilah saya keliling Bali kali ini bersama artis.</p>
<p>Dibalik liburan itu pastinya ada cerita. Tapi yang ingin saya ceritakan bukan kegiatan selama liburan, akan tetapi hasil curhatan dan ngobrol-ngobrol sama mereka.</p>
<p>Dari luar, artis selalu terlihat glamour dan segalanya yang serba &#8220;wah&#8221;. Tapi nggak semuanya seperti itu. Artis juga manusia. Bahkan sebagian dari mereka sama seperti kita pada umumnya, harus jadi tulang punggung keluarga.</p>
<p>Salah satu artis yang curhat pada suami saya. Dia sudah malang melintang di dunia entertainment sejak umur 7 tahun. Walaupun memang dia jarang dapat peran utama, tapi dia bersyukur karena dia bisa konsisten di pekerjaannya saat ini. Dan dari pekerjaan yang telah digelutinya sejak duduk di sekolah dasar itu, telah banyak menyumbang untuk kebutuhan keluarganya. Sampai seringkali ia mengenyampingkan keinginan pribadinya demi kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi. Salut deh&#8230;</p>
<p>Hhhmmm, nggak semua artis identik dengan dunia yang glamour, sosialita, ataupun hura-hura. Sebagian dari mereka ada yang benar-benar menjadikan profesi artis demi sesuap nasi untuknya dan juga keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/dibalik-liburan-bareng-artis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Indonesia di Kamboja</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/film-indonesia-di-kamboja/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/film-indonesia-di-kamboja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2012 18:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker phnom penh]]></category>
		<category><![CDATA[film Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Julie Estelle]]></category>
		<category><![CDATA[Kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[Phnom Penh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Kamboja menurut saya salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang masih tertinggal. Saat saya mengunjungi negara ini di tahun 2010, ada satu jalan yang harus terputus karena jembatan yang seharusnya menghubungkan jalan tersebut belum dibangun. Padahal jalan itu termasuk &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/film-indonesia-di-kamboja/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kamboja menurut saya salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang masih tertinggal. Saat saya mengunjungi negara ini di tahun 2010, ada satu jalan yang harus terputus karena jembatan yang seharusnya menghubungkan jalan tersebut belum dibangun. Padahal jalan itu termasuk jalan penting karena menghubungkan antar kota dan propinsi di Kamboja.</p>
<p>Anyway, saat sudah berada di Phnom Pehn, saya melakukan city tour. Saya keliling Phnom Pehn dengan berjalan kaki. Mengaka saya jalan kaki? karena di Phnom Penh nggak ada sarana transportasi lokal seperti bus, angkot dan kawan-kawannya. Taksi cuma ada di bandara, kalau di kota Phnom Penh-nya kebanyakan transportasi umumnya itu tuk-tuk. Pengalaman saat di Ho Chi Monh City saya ditipu abis sama yang namanya Cyclo, saya jadi teramat sangat waspada saat di Kamboja. Alhasil saya memilih jalan-jalan keliling kota dengan berjalan kaki saja (sebenernya sih alasan utamanya untuk ngirit duit yang mulai menipis, hahaha&#8230;).</p>
<div id="attachment_582" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/film-indonesia-di-kamboja/26423_409253120947_3140471_n/" rel="attachment wp-att-582"><img class="size-medium wp-image-582" title="Film Indonesia di Kamboja" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/06/26423_409253120947_3140471_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Film Indonesia di Kamboja (salah satu pemain utamanya Julie Estelle)</p></div>
<p>Nah, pas keliling kota Phnom Penh dengan berjalan kaki ini saya melewati satu bioskop di Phnom Penh. Ada beberapa film yang sedang diputar di bioskop itu. Karena tulisan Kamboja yang keriting, saya nggak terlalu notice dengan film-film tersebut. Sampai partner traveling saya saat itu, Nisun, bilang &#8220;Eh Nok, itu kan film Indonesia&#8221;. Saya langsung melihat salah satu baliho dari film yang sedang terpampang di bioskop itu. Eh iya bener, ternyata ada salah satu film Indonesia yang saat itu sedang diputar di bioskop Phnom Penh. Saya sih nggak tahu judulnya apa, yang pasti film itu film horror dan salah satu pemainnya (kalo nggak salah) si Julie Estelle.</p>
<p>Ternyata film Indonesia laku ya di negara lain <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/film-indonesia-di-kamboja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Makan Halal di Bali-Mbok Limbok</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 10:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Bali]]></category>
		<category><![CDATA[galeri resto di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[makanan halal di bali]]></category>
		<category><![CDATA[Mbok Limbok]]></category>
		<category><![CDATA[restoran ayam kremes di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Restoran halal di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[tempat makan halal di Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik itu wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Selama berkunjung ke Bali tentunya semua wisatawan itu memerlukan makan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Sebagian dari para wisatawan itu, terutama yang beragama Islam, terkadang ragu untuk &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik itu wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. Selama berkunjung ke Bali tentunya semua wisatawan itu memerlukan makan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Sebagian dari para wisatawan itu, terutama yang beragama Islam, terkadang ragu untuk sembarangan masuk ke restoran yang ada di Bali karena banyak sekali restoran yang menyajikan menu dengan bahan dasar babi/pork. Pastinya mereka harus mencari restoran yang hanya menyajikan makanan halal.</p>
<div id="attachment_562" class="wp-caption alignleft" style="width: 152px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01244-20120311-1329/" rel="attachment wp-att-562"><img class=" wp-image-562  " title="Papan Nama Mbok Limbok" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01244-20120311-1329-225x300.jpg" alt="" width="142" height="189" /></a><p class="wp-caption-text">Papan Nama Mbok Limbok</p></div>
<p>Salah satu <em>restoran halal di Bali</em> yang menjadi rekomendasi saya adalah Mbok Limbok. <em>Restoran Mbok Limbok</em> ada dua, yang pertama berlokasi di Jl. Patih Jelantik, Kuta-Bali (di depan central parkir Kuta) dan cabangnya di Jl. Dewi Sri, Kuta Bali.</p>
<p>Menu utama yang ada di Mbok Limbok adalah <em>ayam kalasan kremes</em>. Mungkin juga menu ini menjadi menu favorit sebagian besar customer Mbok Limbok karena rasanya yang enak dan juga harganya yang pas di kantong. Istimewanya menu ini selain rasanya yang memang bisa bikin lidah bergoyang, porsinya juga sangat cukup untuk mengisi perut yang sudah berdendang dangdut! Hehehe&#8230; Eits, nggak hanya itu aja, kita juga bisa minta tambahan kremesnya lho, gratis bo! Mantap kan?</p>
<p>Menu lain yang ada di Mbok Limbok misalnya gurami kremes, lele kremes, tempe penyet, udang kremes, sayur asem, sayur lodeh, berbagai macam sambal, dll. Untuk minuman, Mbok Limbok menyediakan menu minuman standar seperti es jeruk, es teh manis, soft drink, dan juga es markisa. Masalah harga, dijamin nggak bakalan bikin kita miskin mendadak deh! Berikut ini list harga menu makanan dan minuman di Mbok Limbok:</p>
<div id="attachment_563" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01246-20120311-1329/" rel="attachment wp-att-563"><img class="size-medium wp-image-563" title="Menu Makanan Mbok Limbok" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01246-20120311-1329-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Menu Makanan Mbok Limbok</p></div>
<div id="attachment_564" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01247-20120311-1329/" rel="attachment wp-att-564"><img class="size-medium wp-image-564" title="Menu Minuman Mbok Limbok" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01247-20120311-1329-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Menu Minuman Mbok Limbok</p></div>
<p>Apa lagi hal lain yang menjadikan Mbok Limbok memiliki nilai plus di hati para customernya? Untuk nasi, lalapan dan sambal (biasa), kita bisa ambil sendiri sesuka hati kita, jadi kita bisa ambil sebanyak-banyaknya sesuai yang kita inginkan. Wuiihh, boleh nih buat para traveler yang punya porsi makan plus plus. Hehehe&#8230; Selain nasi yang bisa ambil sesuka hati dan juga bisa di-refil, istimewanya <em>Restoran Mbok Limbok</em> adalah restoran yang menganut paham (halah!) <em>Galeri Resto</em>. Maksudnya? Selain sebagai tempat makan, restoran Mbok Limbok juga difungsikan sebagai display beberapa kerajinan khas Bali. Jadi jangan kaget kalau sebagian besar barang (bahkan termasuk meja-kursinya) yang ada di dalam restoran Mbok Limbok bisa dijual. Kalau saya melihatnya sih unik dan kesan etnik-nya sangat terasa dari konsep <em>galeri resto</em> ini.</p>
<p>Oh iya, kalau kita makan di Mbok Limbok yang berlokasi di Jl. Dewi Sri, Kuta-Bali maka kita bisa order <em>rujak bebeg</em> for free loh! Lumayan kan buat desert&#8230;</p>
<div id="attachment_565" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01252-20120311-1335/" rel="attachment wp-att-565"><img class="size-medium wp-image-565" title="Nasi, lalap, sambal, dan 1 potong ayam kremes (dada)" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01252-20120311-1335-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Nasi, lalap, sambal, dan 1 potong ayam kremes (dada)</p></div>
<div id="attachment_566" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01248-20120311-1330/" rel="attachment wp-att-566"><img class="size-medium wp-image-566" title="Galeri Resto Mbok Limbok " src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01248-20120311-1330-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Galeri Resto Mbok Limbok di Jl. Dewi Sri, Kuta-Bali</p></div>
<div id="attachment_567" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/img01254-20120311-1336/" rel="attachment wp-att-567"><img class="size-medium wp-image-567" title="Rujak bebeg Mbok Limbok" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/04/IMG01254-20120311-1336-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Rujak bebeg Mbok Limbok (for free)</p></div>
<p>Pokoknya dijamin deh, Mbok Limbok salah satu <em>restoran di Bali</em> yang bisa dipilih bagi para traveler yang pengen makanan halal, enak dan pastinya nggak bikin kantong kempes! <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-halal-di-bali-mbok-limbok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pariwisata, Indonesia dan Rencana Kami</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 08:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[iklan pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[usaha pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Bali sebagai salah satu icon pariwisata di Indonesia saat ini saya rasa sudah kalah pamor dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Singapore dan Filipina. Salah satu travel agent di Bali yang jaringannya telah mendunia melaporkan bahwa tingkat kunjungan turis &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bali sebagai salah satu icon <em>pariwisata di Indonesia</em> saat ini saya rasa sudah kalah pamor dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, Thailand, Singapore dan Filipina. Salah satu <em>travel agent di Bali</em> yang jaringannya telah mendunia melaporkan bahwa tingkat kunjungan turis Eropa turun sekitar 40% di tahun 2011. Wew, angka yang cukup fantastis karena hampir separuh turis Eropa tidak mengunjungi Bali lagi. Memang alasan turis Eropa tidak mengunjungi Bali lagi bisa bermacam-macam dan nggak selamanya karena mereka sudah tidak tertarik lagi dengan Bali. Tapi tetap saja menurut saya kunjungan turis Eropa yang menurun drastis itu harus disikapi dengan serius, terutama oleh pemerintah Indonesia.</p>
<p>Tahun 2008 dan 2009 yang lalu saya berkesempatan untuk menjadi salah satu duta Indonesia dalam pertukaran pelajar dan student conference di luar negeri. Salah satu misi kami selama di negeri orang adalah memperkenalkan Indonesia baik itu tentang budayanya, pariwisatanya, dll. Singkatnya kami jadi agen promosi Indonesia. Sebelum berangkat kami dibekali dengan beberapa materi yang berkaitan dengan budaya dan pariwisata berupa buku-buku, poster, <em>travel guide</em>, dan sebagainya. Saat sudah sampai di negara tujuan salah satu pegawai konjen Indonesia setempat berkomentar pada saya, &#8220;Coba deh kamu mikir, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk bikin buku-buku seperti ini? Cost yang dikeluarkan pasti besar dan seringnya nggak tepat sasaran. Mending bikin <em>iklan pariwisata</em> Indonesia di TV seperti di HBO, Star World, Star Movie, etc. Pasti akan lebih mampu menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.&#8221;</p>
<p>Nah, saya jadi mengaitkan turunnya tingkat kunjungan turis Eropa tahun 2011 dengan obrolan saya sama salah satu pegawai konjen Indonesia di luar negeri (sebut saja Mbak Cinta-bukan nama sebenarnya). Saya jadi berpikir, mungkin benar pendapat Mbak Cinta kalau materi promosi pariwisata yang dibuat oleh Indonesia kurang tepat sasaran plus ngabisin cost yang lumayan besar! Akibatnya, ya itu tadi, wisatawan mancanegara yang mengunjungi <del>Indonesia</del> Bali jadi turun.</p>
<p>Suami saya sering nonton <del>Star Movie</del> Fox Movie Premium, <em>iklan pariwisata</em> Malaysia sering sekali muncul di tiap jeda pergantian film. <em>Iklan pariwisata</em> Singapore dan India juga ikut-ikutan sering muncul, tapi frekuensinya nggak sebanyak <em>iklan pariwisata</em> Malaysia. How about Indonesia? Nggak pernah ada sama sekali!</p>
<p>Saya lupa pernah baca dimana, yang pasti jumlah kunjungan wisatawan asing ke Malaysia, Singapore, Thailand, Filipina naik sekian kali lipat setelah mereka gencar masang iklan pariwisatanya di TV. Statement itu saya buktikan saat saya ke Thailand dan Malaysia.</p>
<p>Saat saya ke Kuala Lumpur-Malaysia, yang mana Kuala Lumpur saya sejajarkan dengan Jakarta di Indonesia, wisatawan asing yang saya temukan disana lebih banyak daripada wisatawan asing yang saya temukan di Jakarta. Tapi setelah ngobrol dengan beberapa turis yang berkunjung di Kuala Lumpur, sebagian dari mereka bilang kalau mereka sebenarnya bingung setelah sampai di Malaysia mereka mau ngapain karena nggak sesuai dengan iklan yang dilihatnya di TV. Ya, mereka korban iklan!</p>
<p>Saat saya ke Phuket dan Phi-Phi Island-Thailand (yang mana menurut saya Phuket itu sama dengan Bali kalau di Indonesia dan Phi-Phi Island itu sama dengan Gili Trawangan) banyak sekali turis asing yang ada disana. Jauh banget dengan banyaknya turis di Bali, bahkan saat high season sekalipun. Padahal, pantai di Phuket dan Phi-Phi Island sama saja dengan pantai di Bali dan Gili Trawangan. Bahkan pantai di Bali memiliki keunggulan daripada pantai di Phuket, yaitu ombaknya yang bagus buat surfing. See? Turis-turis itu juga &#8220;kemakan&#8221; iklan!</p>
<div id="attachment_555" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/phi2-island-1-2/" rel="attachment wp-att-555"><img class="size-medium wp-image-555 " title="Phi-Phi Island" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/03/Phi2-Island-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Phi-Phi Island</p></div>
<div id="attachment_556" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/gili-trawangan/" rel="attachment wp-att-556"><img class="size-medium wp-image-556 " title="Gili Trawangan" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/03/Gili-Trawangan-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Gili Trawangan</p></div>
<p>Saya dan suami saat ini mengelola satu usaha <em>trip organizer</em> <em>di Bali</em>. Saat melihat banyaknya turis mancanegara di Phuket, otak bisnis suami saya langsung jalan. <del>Saya</del>, suami saya jadi berinisiatif untuk membuka tourist information disana yang jualan utamanya adalah Bali dan sekitarnya (Lombok, Gili Trawangan, Flores, Pulau Komodo). Unggulan kami nanti adalah <em>surfing di Bali</em>, soalnya bule-bule kan pada suka surfing. Hhhmmm, it sounds great! Saya menyetujuinya setelah melihat kalau kantor kami di Bali sudah bisa tetap berjalan tanpa kami. Kami bisa meninggalkan kantor utama di Bali salah satu alasannya karena strategi marketing yang kami jalankan adalah melalui internet marketing. Makanya kami juga bisa meng-handle semuanya dimanapun kami berada selama masih ada koneksi internet.</p>
<p>Target kami, akhir tahun ini atau awal tahun depan kami sudah bisa pindah kesana. Kami nggak bisa secepatnya pindah kesana karena pertengahan tahun ini masih ada dua event di Bali plus satu wedding di akhir tahun yang harus kami handle dulu. Karena event-nya lumayan besar, jadi kami nggak berani menyerhkannya ke partner kerja disini. Setelah event itu selesai, barulah kami mengurus semua keperluan berkaitan dengan kepindahan kami ke Phuket nanti, terutama visa bisnis. Ya, visa bisnis itu yang paling penting. Semoga visa bisnis kami nanti nggak dipersulit oleh pihak <em>kedubes Thailand di Indonesia</em>.</p>
<p>Coba deh bayangkan kalau kami jadi pindah ke Phuket-Thailand dan membuka tourist information disana, trus kami bisa &#8220;ngirim&#8221; tamu ke Bali dan sekitarnya, pastinya bukan hanya kami yang diuntungkan oleh hal ini. Tapi juga usaha lain yang berhubungan dengan kami juga diuntungkan. Hotel, restoran, partner usaha surfing+watersport, dan lain-lain juga ikut diuntungkan kan?</p>
<p>Hhhmmm&#8230; Disaat kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kurang tepat (menurut mbak Cinta dan saya), penting sekali ada langkah-langkah kecil yang mandiri dari para warga negaranya. Dan semoga langkah kecil ini tidak dijegal oleh orang-orang yang hanya mementingkan urusannya sendiri. Karena kami hanya mencari &#8220;remah-remah roti&#8221; untuk mengisi perut kami+pegawai kami. Kalau nantinya kami menemukan segenggam berlian dari langkah kecil ini ya siapa yang mau nolak coba??? hehehe&#8230; <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga langkah kecil ini diridhoi oleh Allah SWT&#8230; Amien&#8230; <img src='http://ladiestraveler.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Denpasar, 23 Maret 2012 (the silent day) 15.39 WITA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/pariwisata-indonesia-dan-rencana-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Makan Murah di Bali-Bakso Solo Wonogiri</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-murah-di-bali-bakso-solo-wonogiri/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-murah-di-bali-bakso-solo-wonogiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2012 14:59:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bakso solo di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bakso solo wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[makanan halal di bali]]></category>
		<category><![CDATA[tempat makan halal di Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Untuk para travelers yang memiliki budget tipis saat melakukan perjalanan, pengeluaran  makan tentunya juga harus on budget. Kita nggak bisa seenaknya masuk ke tempat makan karena harus menghindari hal-hal yang tak diinginkan di akhir perjalanan kita (kehabisan uang). Dan kita &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-murah-di-bali-bakso-solo-wonogiri/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk para travelers yang memiliki budget tipis saat melakukan perjalanan, pengeluaran  makan tentunya juga harus on budget. Kita nggak bisa seenaknya masuk ke tempat makan karena harus menghindari hal-hal yang tak diinginkan di akhir perjalanan kita (kehabisan uang). Dan kita juga harus menghindari kenyataan harus jatuh miskin setelah traveling hanya gara-gara &#8220;kebobolan&#8221; di budget makan. Untuk mengatasi hal itu, sebagai sesama traveler maka saya rasa perlu banget ngasih informasi dimana tempat makan yang enak, mengenyangkan dan pastinya murah di Bali.</p>
<p><strong>Bakso Solo Wonogiri</strong></p>
<p>Tulisan yang tertera di kaca depan tempat makan yang satu ini adalah Bakso Solo, tapi saat kita masuk ke dalamnya maka kita akan melihat satu backdrop yang tulisannya Bakso Solo Wonogiri. Nggak tahu lah mana yang bener, yang pasti Bakso Solo ini lokasinya masuk area Tuban di Jl.Raya Kuta no&#8230; (maaf, saya nggak tahu&#8230;hehehe). Kalau dari arah bandara Ngurah Rai, letaknya di kiri jalan sebelum <em>Joger</em>. Tapi kalau dari arah pantai Kuta/<em>Joger</em>, letaknya di kanan jalan setelah <em>Joger</em>.</p>
<p>Pasti ada yang nanya begini, ngapain sih udah jauh-jauh ke Bali ujung-ujungnya makan Bakso Solo juga??? Gimana ya&#8230;kalau mau makan yang on budget plus ngenyangin dan lumayan bergizi terima ajalah yang ada.</p>
<div id="attachment_541" class="wp-caption alignleft" style="width: 280px"><a href="http://ladiestraveler.com/tempat-makan-murah-di-bali-bakso-solo-wonogiri/img01259-20120312-1803/" rel="attachment wp-att-541"><img class=" wp-image-541 " title="Bakso Urat-Biasa" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/03/IMG01259-20120312-1803-300x225.jpg" alt="" width="270" height="203" /></a><p class="wp-caption-text">Bakso Urat-Biasa</p></div>
<p>Anyway, di Bakso Solo Wonogiri ini ada beberapa menu: bakso urat, bakso biasa, bakso urat-biasa, mie ayam, mie ayam bakso, mie ayam bakso urat. Kalau favorit saya dan suami sih bakso urat-biasa.</p>
<p>Dalam bakso urat-biasa tuh ada satu bakso urat yang ukurannya lumayan gede, kurang lebih sebesar bola tenis, dan dua biji bakso biasa ukuran kecil dan sedang. Sangat mengenyangkan untuk jatah satu kali makan. Harganya? kita harus merogoh kocek sebesar Rp.12.000 untuk satu porsi bakso urat-biasa. Worth it banget untuk ngisi perut yang sudah berdendang dangdut! hehehe&#8230;</p>
<p>Kalau harga menu yang lain gimana? Ini dia list-nya:</p>
<p>Bakso biasa Rp.7000<br />
Bakso urat Rp.8000<br />
Mie ayam Rp.5000<br />
Mie ayam bakso Rp.7000<br />
Mie ayam bakso urat Rp.12.000</p>
<p>Itu kan daftar harga makanan, minumannya gimana dong? Bakso Solo Wonogiri nyediain minuman standar tempat makan seperti air mineral, teh dalam botol, es teh manis, es jeruk. Harganya rata-rata Rp.3000/porsi. Terjangkau banget kan harga makanan dan minuman di Bakso Solo Wonogiri ini?</p>
<p>Yup, Bakso Solo Wonogiri di Jl.Raya Kuta, Tuban-Bali memang salah satu pilihan yang pas bagi para budget traveler. Selain harganya yang murah, porsinya yang mengenyangkan dan bergizi, pastinya juga halal lho&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/tempat-makan-murah-di-bali-bakso-solo-wonogiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyepi di Bali</title>
		<link>http://ladiestraveler.com/nyepi-di-bali/</link>
		<comments>http://ladiestraveler.com/nyepi-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 08:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ladies Traveler</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hari raya nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Nyepi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ladiestraveler.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Nyepi adalah salah satu hari raya bagi umat Hindu, terutama di Bali. Berbeda dengan Galungan dan Kuningan yang selalu diperingati setiap setahun dua kali, hari raya Nyepi hanya diperingati setahun sekali saja. Karena diperingati setahun sekali, maka umat Hindu di &#8230; <a class="more-link" href="http://ladiestraveler.com/nyepi-di-bali/">read more<span class="meta-nav"></span></a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>Nyepi</em> adalah salah satu hari raya bagi <em>umat Hindu</em>, terutama di Bali. Berbeda dengan <em>Galungan dan Kuningan</em> yang selalu diperingati setiap setahun dua kali, <em>hari raya Nyepi</em> hanya diperingati setahun sekali saja. Karena diperingati setahun sekali, maka <em>umat Hindu di Bali</em> biasanya lumayan heboh menyiapkan hari raya ini. Bisa dibilang <em>Nyepi</em> itu sama dengan Lebaran bagi <em>umat Muslim</em>. Lho kok? bukannya <em>Nyepi</em> itu waktunya untuk introspeksi diri dan merenung karena didukung oleh suasana yang hening ya? Seharusnya sih begitu. Tapi setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang Bali, maka saya memiliki kesimpulan yang berbeda tentang <em>Nyepi di Bali.</em></p>
<p><em>Hari raya Nyepi</em>, semua aktifitas berhenti. Tak ada kendaraan yang boleh melintasi jalanan di Bali kecuali ambulans, kendaraan <em>pecalang</em> dan kendaraan polisi. Bandara dan semua pelabuhan yang ada di Bali pun menghentikan aktifitasnya dalam satu hari itu. Siaran TV nasional mati. Semua rumah tidak boleh menyalakan lampu. Yang boleh menyalakan lampu hanya rumah yang memiliki anak dibawah usia dua tahun, dan itupun lampu-lampu di rumah bagian luar harus mati. Intinya nggak boleh ada sinar kelihatan dari luar. Ya, satu hari dalam setahun Bali mendadak jadi &#8220;pulau mati&#8221;.</p>
<p>Peringatan <em>hari raya Nyepi di Bali</em> diawali dengan arak-arakan <em>Ogoh-Ogoh</em>. Masing-masing banjar yang ada di Bali memamerkan <em>ogoh-ogoh</em> yang (kadang) diiringi dengan musik khas Bali. Saat arak-arakan itu selesai, maka secara otomatis <em>Nyepi</em> pun di mulai. Terhitung mulai pukul 5 pagi sampai jam yang sama di hari berikutnya, Bali serasa menjadi pulau tak berpenghuni.</p>
<div id="attachment_527" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://ladiestraveler.com/nyepi-di-bali/nyepi/" rel="attachment wp-att-527"><img class="size-medium wp-image-527" title="Ogoh-Ogoh" src="http://ladiestraveler.com/wp-content/uploads/2012/03/Nyepi-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Ogoh-Ogoh</p></div>
<p>Pada saat <em>hari raya Nyepi</em> datang, seluruh keluarga di Bali berkumpul di dalam rumah. Karena pada hari itu pasar tutup dan semua toko tutup maka orang Bali biasanya men-stok makanan sejak seminggu sebelum <em>Nyepi</em> tiba. So, ketika hari-H-nya tiba, biasanya keluarga-keluarga di Bali masak &#8220;besar-besaran&#8221; untuk kebutuhan ransum seluruh keluarga. Persis seperti lebaran kan? (keluarga kumpul semua dan banyak makanan tersedia). Seharusnya saat <em>Nyepi</em> tidak boleh makan dan minum (puasa sehari), tapi menurut beberapa orang Bali yang ngobrol sama saya, hanya sebagian orang saja yang masih melaksanakan kebiasaan itu.</p>
<p>Baru sekali saya merasakan <em>Nyepi di Bali</em>. Pagi hari ketika membuka jendela dari lantai 3 saya melihat ke sekeliling, tak ada satu kendaraan atau orang yang lewat di jalan sekitar rumah (I mean, ruko) saya. Just FYI, rumah saya benar-benar di jantung Denpasar, pusat kegiatan <em>bisnis di Bali</em> berada. Amazing aja merasakan satu hari berasa hidup di pulau mati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ladiestraveler.com/nyepi-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
